SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro– Sudah empat hari jasad Kami (77), korban hanyut di Sungai Bengawan Solo belum ditemukan. Sulitnya pencairan jasad warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang hanyut pada Sabtu (6/3/2013) lalu, itu karena kondisi Bengawan Solo terus naik hingga mencapai 15.51 dibawah permukaan laut (dpl) atau siaga III.
Meski demikian, proses pencarian oleh Ti SAR Brimob Polda Jatim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus dilakukan. Mereka melakukan penyisiran disepanjang Bengawan Solo dan sekitar lokasi tempat pertama kali korban terjebur.
Komandan Brimob Polda Jatim di Bojonegoro, AKP. Edi Suyono, mengatakan, sudah empat hari ini pencarian jasad korban dilakukan, meskipun belum membuahkan hasil. Pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan ini kesulitan mencari korban akibat derasnya arus sungai.
“Terlebih saat ini debit air sungai bengawan solo yang cukup tinggi hingga masuk siaga 3,”tegasnya.
Ditambahkan, upaya pencarian dilakukan dengan membentuk pos-pos di sepanjang tepi sungai sehingga jika jenazah korban terampung akan dapat terlihat.
“Kita akan terus melakukan pencarian,†tegas Edi Suyono.
Seperti diberitkan sebelumnya, korban diduga hanyut saat menggembalakan kambing sambil mencari kayu rencek di tepi sungai. Dua kerabat korban curiga lantaran hanya menemukan caping dan kambing korban di tepian sungai. Mereka berharap jenasah segera ditemukan.(rien)