Banjir Bengawan Solo Memakan Korban Jiwa

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Banjir Bengawan Solo membawa korban jiwa. Firmansyah (15), pelajar asal Desa Kedung Bondo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonogoro, Jawa Timur tewas terseret derasnya arus sungai Bengawan Solo, Selasa (9/4/2013). Diduga korban tewas karena terpeleset saat asik bermain air.

“Kemungkinan korban terpeleset saat bermain air banjir di pinggir bengawan,” ujar Kapolsek Balen AKP Soesilo Teguh Priyono kepada SuaraBanyuurip.com.

Sebelum ditemukan, warga sempat melakukan pencairan jasad bocah tersebut selama satu jam lebih di sekitar lokasi tempat korban bermain. Warga dan Polsek Balen menyisir Bengawan Solo.

“Akhirnya korban berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi saat bermain di samping Bengawan Solo di Desa Pilang Gede, Kecamatan Balen,” imbuhnya.

Jenazah anak pertama dari pasangan Sukiswanto dan Yuni ini langsung dibawa kerumah duka untuk dimandikan dan dimakamkan.

Soesilo mengungkapkan, menurut keterangan sejumlah saksi, saat itu korban Firman sedang bermain dilokasi banjir bersama tiga temannya yakni Roni, Andika, dan Dani. Namun, diduga karena terpeleset kemudian korban hanyut, karena tidak bisa berenang akhirnya korban tenggelam dan terseret derasnya aliran sungai Bengawan Solo.

Baca Juga :   Jumlah Korban Sodomi Diperkirakan 10 Anak

Mengetahui hal itu, ketiga teman korban berteriak minta tolong kepada warga sekitar. “Warga langsung datang ke lokasi, tetapi belum sempat menyelamatkan, korban sudah hilang terseret air,” pungkasnya.(had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *