SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – PT Semen Indonesia Tbk mulai meninggalkan cara penambangan lama, yakni sistem blasting (peledakan dengan dinamit) yang selama ini diresahkan warga sekitar lokasi tambang. Di samping menimbulkan efek bising, juga mengakibatkan kerusakan di permukiman dan rumah warga.
Untuk itu pula Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mendatangkan dua peralatan baru. Diantaranya, Eirtgen dan Vermeer, yaitu alat yang digunakan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Akibat aktifitas penambangan batu kapur yang dilakukan di kawasan Tuban.
“Dari sisi sosial kehadiran alat pertambangan yang baru ini bisa menekan polusi udara, sehingga warga sekitar tidak terganggu,†terang Direktur Utama PT SI, Dwi Sutjipto, kepada sejumlah wartawan di lokasi pabrik semen PT SI di Tuban, Kamis (27/6/2013).
Dia katakan, kedua peralatan tersebut memiliki kapasitas produksi masing-masing sebesar 300 ton material per hari. Serta diharapkan mampu menghasilkan bahan baku sebesar 100 ribu ton perbulan, atau 10 persen dari total kebutuhan bahan baku yang digunakan.
“Peralatan ini kita gunakan, karena tidak memungkinkan untuk melakukan metode blasting di area tambang yang jaraknya 500 hingga 700 meter dari pemukian warga,†tambahnya.
Alat ini juga diklaim bisa meningkatkan efisiensi kerja perseroan dari hulu tambang. Material tambang yang dihasilkan sudah berukuran kecil, sehinga bisa mempermudah proses kerja di cruser. Hal ini akan meminimalisir kerusakan yang ada. (edp)