SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski banjir terus meninggi, siswa SD Negeri Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jatim  tetap melaksanakan try out (latihan Ujian Nasional). Pelaksanaan try out pada hari kedua ini dilakukan dengan cara mengungsi disalah satu gedung pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa setempat, Selasa (9/4/2013).
Dari pantauan dilokasi, pelaksanaan tray out itu dilaksanakan dengan seadanya. Para siswa mengerjakan soal dengan duduk beralas tikar. Para siswa terpaksa saling berdesakan karena keterbatasan ruang belajar. Meski begitu, mereka terlihat serius dalam mengerjakan soal dan mendengarkan arahan yang diberikan oleh gurunya.
“Meski banjir, siswa kami tetap akan lakukan latihan jelang UN,” kata Kepala SDN Ngadirejo, Kristina, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (9/4/2013).
Dijelaskan Kristina, kegiatan belajar mengajar siswa dialihkan ke tempat belajar baru mulai hari ini. Pasalnya meski banjir terjadi sejak kemarin, tapi air baru masuk keruang kelas baru pada hari ini.
Untuk itu pihak sekolah berinisiatif langsung memindah tempat belajar siswa agar siswa tetap bisa mengikuti try out untuk melatih kesiapan mereka mengikuti UN beberapa pekan kedepan.
“Seharusnya siswa kami tempatkan didua ruangan, tapi bagaimana lagi mas memang kondisinya seperti ini,” tambah Kristina.
Kristina berharap, pemerintah ada perhatian untuk melakukan peninggian tempat belajar di SDN Ngadirejo. Pasalnya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo selalu menggenangi sekolah tersebut.
“Sudah 8 tahun saya disini, dan hal seperti ini sudah terjadi 4 kali. Untuk itu kami minta agar bangunan sekolah bisa dipertinggi lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya, banjir akibat luapan Bengawan Solo merendam sekitar 4 Kecamatan yang ada di Tuban. Saat ini, debit air diketahui mulai meninggi dan sejumlah desa dikawasan setempat terisolasi. (edp)