SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Konsorsium PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT Kelsri, kontraktor proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu memberikan ganti untung kepada tujuh belas mobil penumpang umum (MPU) Kalitidu-Ngasem. Hal itu dilakukan karena penutupan jalur Ngasem-Kalitidu tepatnya di Jampet-Jelu untuk perangkaian penggunaan jembatan belly.
Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur, Bani, mengatakan, akibat penutupan jembatan Jampet-Jelu selama tiga hari itu membuat aktifitas di jalur poros Kecamatan Kalitidu-Ngasem itu terkesan lumpuh. Utamanya, aktifitas MPU jalur Kalitidu-Ngasem ang me,intas kawasan tersebut.
“Rencananya sopir-sopir MPU mau demo IKPT menuntut untuk kerugian yang dideritanya. Namun, sebelum dilakukan IKPT sudah bertindak untuk memberikan ganti untung. Namun, besarnya berapa saya kurang faham, Mas. Karena, saya tidak ikut hadir dalam pertemuan,” kata Bani yang juga salah satu pemilik MPU Ngasem-Kalitidu tersebut, Rabu (10/4/2013).
Humas IKPT, Soenarto, mengaku, ada sekitar 17 unit MPU jurusan Kalitidu-Ngasem yang diberikan ganti untung. Masing-masing, menerima kurang lebih Rp100.000. “Pemberian ganti untung itu merupakan bukti tanggung jawab IKPT akibat penutupan Jembatan Jelu-Jampet tersebut,” ungkap Soenarto, saat ditemui di Kantor Camat Gayam, Rabu (10/04/2013).
Selain memberikan ganti untung, jelas Soenarto, pihaknya juga memperbaiki jalan desa Jelu, Kecamatan Ngasem yang dibuat untuk mengalihkan jalur pengendara roda dua. “Jalan Desa Jelu yang dianggap rusak sudah kita lakukan perbaikan pemasiran jalan, Mas,” jelasnya.
“Jalan desa saya yang rusak kemarin untuk peralihan pengguna jalan roda dua sudah dilakukan perbaikan oleh IKPT. Yang becek, berlubang sudah diberikan pasir dan sekarang sudah lancar lagi untuk aktifitas di jalan desa Jelu tembus desa Jempet tersebut,” ungkap Kepala Desa Jelu, Guntur, dihubungi via teleponnya. (sam)