SKK Migas dan KKKS Bantu 1400 Sembako

skk bantu banjir

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) migas yang beroperasi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyerahkan bantuan 1400 paket sembako kepada korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo, Rabu (10/4/2013).

KKKS Migas itu adalah Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), operator Blok Tuban, dan Pertamina EP, operator sumur minyak Tiung Biru (TBR) dan Pertamina EP Cepu (PEPC), operator unitisasi gas Jambaran – TBR- Cendana.

Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), Agus Kurnia, menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk rasa simpati dan solidaritas atas bencana yang terjadi di wilayah Bojonegoro akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Bantuan kemanusiaan seperti ini selalu dilakukan SKK Migas bersama KKKS Migas bukan hanya di Bojonegoro, melainkan di seluruh Indonesia yang mengalami bencana.

“Jangan dilihat nominal atau jumlah bantuan yang diserahkan. Tapi tujuan mulia kami bagi sesama umat manusia yang tertimpa musibah,” kata Agus disela-sela penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Rabu (10/4/2013).

Dijelaskan, bantuan 1400 paket sembako itu berisi beras, mie instant, biskuit, air mineral, gula, teh, dan makanan dalam kemasan. Diharapkan, bantuan tersebut didistribusikan secara tepat sasaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

“Kami bersama KKKS Migas senantiasa berupaya memberi kontribusi positif kepada masyarakat di sekitar pengeboran, baik itu di Blok Cepu, Blok Tuban, Tiung Biru,” tegas Agus.

Terpisah, Asisten I Hukum dan Pemerintahan Bojonegoro,  Kusnandaka Tjatur, menyatakan, rasa terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Bojonegoro. Karena saat ini kondisi yang menimpa korban banjir sangat memprihatinkan. Dimana banjir menggenangi 15 kecamatan dan 113 desa. Sedangkan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 3.305 jiwa.

“Kami akan mendistribusikan bantuan ini secara merata agar masyarakat terpenuhi kebutuhannya meskipun berada ditengah bencana banjir,” sambung Kusnandaka. (rien)

Baca Juga :   Tuban Tetapkan 10 Perda Baru

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *