Warga Bojonegoro Bagian Timur Mulai Siaga

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Ketinggian air Sungai Bengawan Solo di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai turun 15,36 dari permukaan laut (dpl). Namun puncak banjir bergeser ke wilayah Bojonegoro bagian timur, yakni Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kanor.

Pantauan dibeberapa lokasi, air terus naik sejak malam. Naiknya air itu dikarenakan kondisi air dibagian barat Bojonegoro terus turun. Kondisi tersebut membahayakan bagi warga di Kecamatan Baurno dan Kanor.

“Untuk wilayah timur, tetap siaga karena penurunan air di kota maupun karangnongko bergeser kebawah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Mulyono.

Sekarang ini pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama TNI dan Polri sedang bersiaga mengantisipasi beberapa tanggul di beberapa titik yang rawan jebol. Mereka mengisi karung-karung dengan tanah untuk meninggikan tanggul. Selain itu mensiapsiagakan personil keamanan dan peralatan perahu karet, mobil, dapur umum.

“Dikecamatan Kanor ada bekas tanggul yang dulu jebol tahun 2007, jadi kita antisipasi dengan meninggikan tanggul dengan karung yang diisi tanah,” imbuhnya.

Baca Juga :   Antisipasi Kebakaran Kilang Tuban

Ditambahkan, selain menyiapkan dapur umum, Pemkab juga menerima bantuan makanan cepat saji dari beberapa elemen masyarakat dan stakeholder yang ada di Bojonegoro yang menyalurkan bantuan dibeberapa titik pengungsian seperti, Kecamatan Trucuk, Kalitidu, Dander, Kanor, Balen, Kapas, dan yang berada di bantaran tanggul Bengawan Solo.(had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *