SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Sejumlah warga korban banjir yang berada di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mulai mengungsi. Mereka mengungsi dibeberapa tenda pengungsian di Lapangan Sepak Bola Rengel yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Rabu (10/4/2013).
Warga mulai mengungsi sudah tidak mampu lagi bertahan di desa mereka. Pasalnya selain karena debit air yang tinggi, mereka juga kesulitan mendapat makanan. Sebab sudah tidak bisa lagi melakukan aktifitas seperti memasak dan mengolah bahan makanan. Rata-rata ketinggian air diwilayah tersebut sudah hamir mencapai satu meter.
“Kesulitan untuk masak didalam mas, air sudah semakin tinggi,†terang seorang warga usai menumpang sebuah perahu.
Pengakuan sejumlah warga, debit air sudah mereka rasakan mulai naik lagi pada Selasa (9/4/2013) tengah malam. Mereka bertahan dengan menggunakan ambin yang mereka pasang ditempat tinggi. Hal itu mereka lakukan agar bisa menghindari air dan berharap agar siang ini air banjir mulai surut.
“Tapi sampai sekarang air malah semakin tinggi, daripada nanti kemalaman kita putuskan untuk keluar desa sekarang menggunakan perahu,†jelas Sutik, warga Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Tuban.
Meski begitu, masih ada beberapa orang laki-laki yang berjaga dirumah dan menjaga barang berharga mereka. Untuk orang-orang ini, mereka mengandalkan makanan dari hasil kiriman warga lain dengan menggunakan perahu.
Saat ini, banjir air akibat luapan dari Bengawan Solo semakin tinggi. Kondisi tersebut praktis membuat sejumlah warga yang ada di Desa Kanorejo, Desa Karangtinoto, Desa Tambakrejo, dan Desa Ngadirejo terisolasi banjir.
Selain itu banjir juga melanda di Kecamatan Soko. Dengan kondisi desa terparah seperti Desa Sandingrowo, Desa Kenongosari, Desa Mojoagung, Desa Pandanwangi, Desa Glagahsari, dan Desa Menilo.
Sementara di Kecamatan Plumpang, Kecamatan Parengan dan Kecamatan Widang air juga semakin meluber. Meski tidak separah dibanding Kecamatan Soko dan Kecamatan Rengel. (edp)