SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Harga bawang dan cabe di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang sebelumnya menyaingi harga daging sapi, kini kembali normal. Rata-rata untuk harga dua komoditi itu mengalami penurunan hampir 50 persen dari harga sebelumnya.
Berdasarkan pantauan diempat pasar tradisional di Lamongan, yakni di Pasar Sidoharjo, Pasar Babat, Pasar Blimbing, dan Pasar Mantup. Harga Cabe Keriting yang minggu lalu masih dijual Rp 20 ribu perkilogram (kg) di Pasar Sidoharjo, minggu ini sudah turun menjadi Rp 18 ribu perkilogram. Sedangkan cabe biasa juga turun dari Rp 19.800 perkilogram menjadi Rp Rp 17.800 di Pasar Babat.
Di Ppasar Mantup, harga Cabe Rawit turun hingga Rp 7.500 , dari sebelumnya Rp 40 ribu di minggu lalu turun menjadi Rp 32.500 per kg di minggu ini. Sementara di Pasar Sidoharjo Cabe Rawit ini malah turun hingga Rp 8 ribu dari Rp 39 ribu per menjadi Rp 31 ribu per kg. Sementara bawang putih yang sempat menyentuh harga Rp 66.500 per kg, kini tinggal Rp 14 ribu di Pasar Sidoharjo. Di Pasar babat juga turun Rp 13.500 , di Pasar Blimbing turun Rp 18 ribu dan hargabawang putih turun Rp 16 ribu di Pasar Mantup.
Sedangkan bawang merah juga sudah mengalami penurunan harga. Di Pasar Sidoharjo yang minggu lalu masih Rp 47 ribu per kg, minggu ini turun menjadi Rp 34 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Blimbing sudah turun menjadi Rp 40 ribu setelah minggu lalu dijual dengan harga Rp 47 ribu perkilogram.
Selain bumbu dapur, harga sayuran juga mengalami penurunan. Seperti kubis di Pasar Babat sekarang harganya Rp 5 ribu setelah minggu lalu masih di kisaran Rp 5.800 perkilogram. Kentang juga turun dari Rp 8.200 menjadi Rp 7.500 di Pasar Mantup. Sedangkan wortel turun dari Rp 8 ribu menjadi Rp 6 ribu di Pasar Sidoharjo.
Untuk komoditi beras, beberapa minggu ini harganya masih stabil. Seperti beras IR64 kwalitas super yang masih dijual di kisaran harga Rp 8 ribu hingga Rp 8.100. Kemudian jenis IR 64 kwalitas medium dijual di kisaran harga Rp 7.400 hingga Rp 7.500 dan kwalitas dolog berada di kisaran harga Rp 6.500 hingga Rp 6.800.
 “Pak Bupati harus sungguh-sungguh menjaga agar tidak terjadi lagi kenaikan barang. Jangan kalau pas harga sudah turun begini para pejabatnya pada ngecek. Nah, saat dulu pas harga selangit, tidak ada satupun pejabat yang muncul, “ ungkap Sartini, salah satu pedagang Bawang putih di Pasar Babat.
Senada di lontarkan Aminah, dia mengharapkan Pejabat Pemkab Lamongan benar-benar peduli pada nasib rakyat kecil. Bukan hanya pencitraan. “Harus sering-sering melihat langsung kebawah. Biar bisa lebih ngopeni wong cilik,†tandas Aminah, salah satu ibu rumah tangga. (tok)