Banjir Picu Harga Harga Ayam Kampung

penjual ayam

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro– Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Bojonegoro, Jawa Timur membuat para pedagang ayam terpaksa menaikkan harga. Selain peternak tak banyak menjual ayamnya dimusim panen, banyak ayam mati karena diterjang banjir sehingga membuat pasokan berkurang.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Kota Bojonegoro, Mutomimah, mengatakan, harga ayam kampung yang semula hanya Rp 35.000/ekor, kini naik menjadi 45.000/ekor atau naik hingga Rp 10.000/ekornya.

“Banjir kemarin membuat ayam-ayam mati karena sakit sehingga pasokannya sedikit,” kata wanita 45 tahun ini kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (12/4/2013).

Dia jelaskan, meskipun harga ayam kampung dinilai mahal, namun masyarakat masih berminat membelinya. Hanya saja jumlah penjualan ayam kampung tidak seperti ayam potong, karena harga ayam potong masih stabil.

“Kalau ayam potong masih stabil,Rp 25.000/Kg,” ungkap Mutomimah.

Akibat naiknya harga ayam kampungini banyak pelanggan yang mengeluh. Karena kualitas maupun citra rasa ayam kampung masih lebih bagus ketimbang ayam potong.

“Penjualan ya sedikit menurun,”pungkasnya.

Dirinya berharap, kondisi banjir tidak membuat ayam-ayam sakit sampai mati. Karena jika hal itu terjadi,bisa dipastikan stok ayam akan berkurang,sementara permintaan tinggi. “Kalau harga tidak dinaikkan,ya tidak dapat untung,meskipun itu sedikit,” pungkas dia. (rien)

Baca Juga :   Gelombang Tinggi Terjang Pemukiman Bancar

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *