Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Solar

antrian solar

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Antrian panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk memperoleh solar bersubsidi, Jum’at (12/4/2013). Para pengemudi banyak mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat yang membatasi stok solar bersubsidi.

Salah satu sopir mobil box, Panjul(35), mengatakan, selama melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dia hanya bisa mengisi solar satu kali di SPBU di Kabupaten Lamongan karena banyak SPBU yang kehabisan solar.

“Dua kali di Bojonegoro ini, kalau kehabisan lagi terus jalan pakai apa? Masa air,”? Ujarnya jengkel.

Bukan hanya pengemudi, para petani juga mengaku kesulitan mengolah areal sawah dengan mesin traktor karena kelangkaan solar. Padahal solar tersebut dibutuhkan sebagai bahan bakar traktor untuk membajak sawah.

“Sampai sekarang juga belum dapat solar, mbak. Padahal sudah waktunya membajak sawah,” sambung Sukiran,(60),warga Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro. Dia mengaku sudah dua jam mengantri di SPBU Kalianyar.

Baca Juga :   Hingga H+1 Lebaran Truk Besar Dilarang Lewat Pantura

Dia mengungkapkan, untuk membajak sawah menghabiskan solar sebanyak 15 liter dengan luas sawah sekitar 3 Hektar. Namun karena tidak kunjung mendapatkan solar, maka hanya separuh sawahnya yang dibajak menggunakan sisa solar yang ada di rumah.

“Ya mau bagaimana lagi, saya hanya pasrah kepada pemerintah, semoga kondisi ini cepat kembali normal,” harap Sukiran.

Dia manambahkan, jika kondisinya seperti ini maka bisa menghambat pekerjaan bertaninya yang berimbas pada penundaan menanam padi yang menjadi gantungan hidupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Bambang Suharno, mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan adanya pengurangan solar ini karena hal itu adalah kebijakan dari Pertamina. Meskipun begitu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas pengurangan stok solar bersubsidi.

“Kami akan mencoba bertemu dengan Pertamina terlebih dahulu karena pengurangan solar tidak hanya di Bojonegoro saja,tapi merata dibeberapa kota,”tegasnya.

Untuk diketahui, kelangkaan solar sudah terjadi selama sepekan di beberapa SPBU di Bojonegoro. Bahkan stok solar kosong dan mengecewakan masyarakat yang membutuhkan bahan bakar. (rien)  

Baca Juga :   33.744 Ton Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Sudah Tersalurkan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *