SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banjir yang melanda beberapa kecamatan di Lamongan, Jawa Timur tidak hanya meluluhlantakkan lahan pertanian. Beberapa sekolah juga tergenang banjir hingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa diliburan.
Akibat luapan banjir belasan sekolah terpaksa harus diliburkan. Sekolah paling banyak terendam banjir yaitu di wilayah Kecamatan Laren.
Kabag Humas dan Infokom Lamongan, Moch Zamroni, menjelaskan sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, di Kecamatan Laren sekolah yang terendam banjir diantaranya, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mojoasem, dan SMP Muhammadiyah Keduyung. Sekolah terpaksa diliburkan karena luapan air menggenangi semua kelas. Ketinggian air mencapai 60 cm.
Sedangkan SD yang terendam meliputi, SD Negeri Bulutigo, SD Negeri Keduyung, SD Negeri Plangwot 1 yang mengalami banjir di halaman sekolah, sedang di SD Negeri Siser air telah masuk kedalam kelas. Walau tergenang banjir namun kegiatan belajar mengajar masih berjalan.
Sementara di SDN Truni genangan air menenggelamkan halaman sekolah. Ketinggian air mencapai sekitar 40 cm. Karena sekolah banjir, kegiatan KBM tidak bisa berjalan. Anak-anak kelas 1-5 malahan asyik bermain air banjir dihalaman sekolah.
“Untuk anak kelas VI tetap masuk seperti biasa karena sebentar lagi akan Unas, “ kata Kasek SDN Truni, Sudarsono.
Menurut Sudarsono, banjir tahunan tersebut sebenarnya tidak akan masuk ke sekolah SDN Truni jika SD negeri satu-satunya didesa Truni tersebut dipagar. Namun karena ketiadaan dana hingga bertahun-tahun sekolah belum bisa memujudkan pembangunan pagar sehingga selalu dilanda banjir. (tok)