SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banjir di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur semakin meluas. Jika sebelumnya banjir hanya merendam tiga desa, sekarang ini empat desa diwilayah timur Babat juga terendam.
Empat desa di wilayah timur itu adalah Desa Datinawong, Sumurgenuk, Patihan hingga Moropelang. Sebelumnya, Jum’at (12/3/2013), banjir telah merendam Desa Truni, Kelurahan Babat dan Kelurahan Banaran.
Meluas banjir di wilayah Babat ini dikarenakan tanggul Sungai di Dusun Ploro, Desa Sumurgenuk, jebol sepanjang 150 meter. Tanggul itu tidak mampu menahan derasnya air yang mengalir dari wilayah Kecamatan Kedungpring.
Akibat jebolnya tanggul sungai tersebut, luapan air yang begitu deras merendam ratusan hektar lahan pertanian di Desa Sumurgenuk dan Datinawong hingga meluber ke Desa Patihan hingga Moropelang.
Pihak pemerintah desa Sumurgenuk bersama masyarakat siang tadi telah mencoba melakukan kerja bakti dengan menambal waduk yang jebol. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena derasnya aliran air. Akhirnya penambalan tanggul terpaksa dihentikan.
“Akan dilakukan perbaikan tanggul kalau airnya sudah surut,†kata Supaad ditemui suarabanyuurip.com dilokasi banjir, Sabtu (13/4/2013)
Dari pantauan dilapangan, aliran air yang mengalir dari waduk yang jebol cukup deras. Air terus meluber dan menggenang areal persawahan. Sejauh mata memandang, tampak lautan air menenggelamkan ratusan hektar sawah. Sawah yang terendam banjir disumur genuk mencapai sekira 85 hektar.
Hanya belum diketahui secara pasti berapa total kerugian akibat banjir tersebut. Namun untuk kerugian setiap hektar lahan sawah ditaksir mencapai Rp 6-7 juta.
“Usia tanaman padi sudah sekitar 20 hari. Jadi untu biaya tanam dan perawatan sekitar Rp6-7 juta,†ucap Supaad mengkakulasi.
Banjir yang melanda Desa Sumurgenuk ini cukup mengagetkan warga. Pasalnya banjir serupa terjadi sekira tahun 90 silam.
Sejumlah warga mengaku, mensayangkan jebolnya tanggul sungai di Desa Sumurgenuk. Karena tanggul tersebut baru selesai direhab sekira 4 bulan lalu. Panjangn tanggul itu mencapai 3 kilometer dengan tinggi 4 meter dan lebar 5 meter.
“Dulu pernah ada banjir tahun 90-an. Tapi tidak sebesar sekarang,†sergah Sunan, warga Sumurgenuk lainnya.
Dia mengaku, akibat jebolnya tanggul itu lahan pertanian miliknya seluas 1,5 hektar diterjang banjir. “Mudah-mudahan nanti ada bantuan bibit dari pemerintah agar bisa tanam lagi,†ujar Sunan berharap.
Sementara itu, Camat Babat, Jarwito, sejak siang tadi telah terjun kelapangan. Dia mengungkapkan, akibat jebolnya tanggul itu yang tergenang banjir baru areal persawahan. Belum masuk kepemukiman warga.Â
“Saya sudah minta kepada warga untuk selalu waspada,†kata Jarwito.
Hingga pukul 17.05 WIB kondisi air terus naik dan diperkirakan banjir akan menggenangi jalan raya Babat- Lamongan dan masuk kepemukiman warga.(tok)