SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA dan sederajat Bupati Lamongan, Fadeli, mengetahui adanya keterlambatan pengiriman soal di SMA Luar Biasa (SMALB) Lamongan. Soal yang sudah ditunggu-tunggu itu terlambat 15 menit sehingga pengerjaannya pun ikut terlambat.
Sampai dengan jam 07.15 WIB, atau 15 menit sebelum ujian dimulai, amplop berisi naskah ujian dan lembar jawaban belum ada di meja ujian siswa berkebutuhan khusus tersebut. Soal mata pelajaran Unas jam pertama adalah Bahasa Indonesia.
Panitia Unas dan pengawas sempat merasa kebingungan, apalagi orang nomer satu di Lamongan datang ke sekolah di Kelurahan Banjarmendalam itu. Sempat terjadi kepanikan karena soal tak kunjung datang. Naskah Unas akhirnya datang jam 08.00 WIB.
Kabag Humas dan Infokom Lamongan, Moch Zamroni, menjelaskan, telatnya soal terjadi karena biasanya soal untuk SMALB dititipkan ke SMAN 2 Lamongan. Namun tahun ini berbeda. SMA bersangkutan harus mengambil sendiri di Polsek Kota. Dan ini baru diketahui di pagi hari menjelang ujian dilaksanakan.
“ Kesalahpahaman ini yang menyebabkan soal Unas terlambat tiba di SMALB Lamongan, “ kata Zamroni.
Keterlambatan itu tidak mengurangi jatah siswa menjawab soal. Mereka tetap diberi alokasi waktu dua jam. Sehingga ujian yang seharusnya dimulai pada jam 07.30 WIB dan selesai jam 09.30 WIB, diperpanjang menjadi jam 08.00 hingga 10.00 WIB.
Salah satu pengawas ujian, Achmad Adi, mengatakan, tidak ada persoalan berarti saat mengawasi siswa SMALB yang menempuh UN. Karena mereka adalah siswa SMALB type B, atau tuna rungu dan tuna wicara, sehingga tidak memerlukan soal dan lembar jawaban khusus.
“Untuk pendampingan maupun pengawasan tidak ada persoalan berarti. Biasanya mereka (siswa) menggunakan bahasa isyarat yang bisa dimengerti ketika bertanya soal yang tidak mereka mengerti,“ kata Achmad Adi.
Ada delapan siswa SMALB yang pagi itu mengikuti ujian di SMALB Ma’arif. Selain 5 siswa dari SMALB Ma’arif sendiri, juga ada peserta dari SMALB Muhammadiyah Lamongan dan SMALB 45 Babat.
Delapan siswa tersebut adalah Abdul Rouf, Aris Prasetyo, Fatchul Jannah, dan Firmandika Arfiansyah. Kemudian Muflikhatus Sa’adah, Aulatun Ni’mah, Andriansyah Ako Susilo dan Sahabatin Fajeri.
Sementara selain meninjau pelaksanaan UN di SMALB Ma’arif, Bupati Fadeli juga melihat pelaksanaan UN di MAN Lamongan, SMAN 1 dan 2 Lamongan serta SMKN 1 Lamongan. Saat meninjau, bupati dengan rombongan melihat siswa mengerjakan soal dari luar ruang sehingga tidak mengganggu jalannya ujian.(tok)