Abdul Wahid : Industri Migas Ciptakan Kemiskinan

SuaraBanyuurip.com – Ririn W

Bojonegoro – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Abdul Wahid Syamsuri, menyatakan, kemiskinan di wilayah Bojonegoro saat ini semakin meningkat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pengangguran di beberapa wilayah.

“Oleh karena itu timbul spekulasi adanya industrialisasi Migas tidak memberikan kekayakan, namun justru menimbulkan kemiskinan. Hitung saja berapa jumlah orang yang belum mendapatkan pekerjaan,” tegas Abdul Wahid.

Kendati begitu, mantan Ketua Umum PC PMII Bojonegoro ini mengakui, masuknya proyek Migas  telah  memberikan banyak perubahan baik segi ekonomi maupun sosial. Hal ini terlihat dari perkembangan yang sedikit demi sedikit terlihat bahkan di lingkungan sekitar Ring 1 proyek Migas.

Akan tetapi industri juga telah emmakan banyak tanah pertanian milik warga. “Dengan berkurangnya lahan pertanian tentu saja mengurangi produksi pangan, serta mata pencaharian warga,” tegas Wahid.

Meskipun masyarakat di sekitar Ring 1 proyek migas baik itu di Lapangan Sukowati, Blok Tuban; Banyuurip, dan Jambaran, Blok Cepu; maupun Tiuang Biru (TBR), Blok Gundih telah menjual sebagian besar lahannya, namun harta yang didapat akan habis begitu saja.

Baca Juga :   Naker Banyuurip, Minta Kembalikan Aturan Buruh ke Zaman Orba

“Uang yang didapat saya yakin akan langsung habis, entah itu untuk membangun rumah, membeli kendaraan atau lainnya. Tetapi mereka tidak menyadari telah kehilangan mata pencaharian,” ungkap politisi asal Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Bojonegoro ini.  

Melihat kondisi tersebut, Dewan melakukan berbagai macam upaya agar kemiskinan tidak menjadi momok di tengah anugerah Tuhan tersebut. Diantaranya meminta semua operator menjalankan Perda Nomor: 23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal yang bertujuan melindungi hak-hak rakyat, dan kesejahteraan bersama.

“Kami akan terus melakukan sinkoronisasi baik kepada eksekutif, maupun operator Migas agar permasalahn di atas tidak terlalu mendalam. Sekaligus kemiskinan dapat teratasi, serta tidak banyak pengangguran lagi,” tandasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *