SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Banjir akibat luapan air Sungai Bengawan Solo yang terjadi beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur menelan kerugian sekitar Rp9 milyar. Penghitungan kerugian ini dilakukan, setelah semua wilayah yang awalnya terendam air saat ini sudah kembali normal.
“Sampai dua hari ini pasca tergenangnya sejumlah wilayah di Tuban, kerugian yang sudah bisa dihitung sudah mencapai 9 Milyar,†terang Kepala Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (17/4/2013).
Kerugian besar ini, terutama akibat wilayah pertanian produktif yang rusak. Pada saat bencana, lahan pertanian di tempat tersebut usai masa bertanam. Lokasinya tersebar di lima wilayah kecamatan di sekitar sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
“Lima kecamatan terendam itu merupakan sentra pertanian di Tuban, jadi kerugian terbesar ada pada sektor ini,†terangnya.
Selain pertanian, kerugian juga diakibatkan rusaknya beberapa infratsruktur, dan fasilitas umum. Seperti jalan, sekolah, dan beberapa perumahan milik warga. Untuk itu saat ini pihaknya masih melakukan pendataan mengenai jumlah kerugian sebenarnya. Serta akan melakukan sejumlah tindakan untuk pemulihan kawasan bencana.
“Kita masih terus melakukan pendataan lagi, kira-kira kerugian akibat banjir saat ini ya segitu,†jawab Joko ditanya data lengkap mengenai jenis kerusakan yang ada.
Sebelumnya, sekitar 5 Kecamatan di Tuban, Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan Bengawan Solo sekitar satu minggu. Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Rengel, Widang, Plumpang, Soko, dan Kecamatan Parengan. (edp)
Top of Form
Bottom of Form