SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Banjir akibat meluapnya Sungai Bangawan Solo yang menenggelamkan ratusan hektar lahan pertanian dan tambak di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membuat para petani terpuruk. Mereka harus menanggung kerugian ratusan juta karena tidak bisa panen padi dan ikan.
Namun gagal panen tidak membuat para petani berpasrah pada nasib. Mereka tetap mencari celah untuk mendapat rejeki. Salah satunya adalah dengan menjala ikan ditepian waduk, rawa atau sungai.
Cara itu dilakukan karena banyak ikan peliharaan yang terbawa banjir saat tambak mereka terendam.
“Lumayan mas, bisa untuk menutupi kebutuhan dapur,â€Â ujar Warsito, warga Desa Siman, Kecamatan Sekaran.
Warsito mengaku, setiap hari memancing dan menjala ikan di rawa Sekaran. Dari usahanya itu Warsito mengaku mendapat hasil Rp30 ribu – Rp40 ribu setiap harinya. Tangkapan ikan dari hasil menjala diantaranya wader, betik, dan bandeng.
“Saya jual dipasar dan warung-warung,†sergahnya.
Sedangkan para istri mereka membantu memperbaiki jala untuk menangkap ikan sambil ngemong anak dirumah. Mereka saling bahu membahu asal asap dapur tetap mengepul. (tok)