SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Operator Migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL) menyarankan kepada warga untuk tidak menanami lahan dilajur pipa yang berfungsi mendistribusikan minyak mentah dari Lapangan Banyuurip. Karena anak perusahaan ExxonMobil ini tidak bertangunggjawab atas kerusakan tanaman diatas lahan pipa.
“Kami sarankan kepada warga jangan menggunakan lahan jalur pipa untuk bercocok tanam,†kata Field Public and Government Affairs Manager, Rexy Mawardijaya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (18/4/2013).
Menurut Rexy, larangan itu dilakukan untuk menghindari kerugian yang justru dialami warga. Karena pada area jalur pipa tersebut akan dilakukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala. Termasuk diantaranya kontrol keamanan pipa yang membujur antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Kalau lahan itu ditanami, kami takut tanaman milik warga akan rusak karena aktifitas pengontrolan pipa kami,†tambah Rexy.
Rexy khawatir, jika warga tetap memaksakan menanami jalur pipa itu akan memunculkan gejolak sosial baru. Karena perusahaan tidak bisa memberi ganti rugi atas rusaknya tanaman diatas tanah yang saat ini sudah menjadi Tanah Negara (TN). Apalagi tidak semua warga mau memahami dan menerima kalau sampai tanaman milik mereka rusak.
“Intinya saran ini agar warga tidak merugi dikemudian hari, karena perusahaan tidak bisa mengganti apabila ada kerusakan dikemudian hari,†tambahnya.
Untuk diketahui, jalur pipa darat 20 inci sepanjang 72 kilometer itu membujur antara Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga kesalah satu bibir pantai Palang, Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. (edp)
MCL mengijinkan diatas lahan pipa itu dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. Dengan syarat tanaman itu bukan tanaman dengan akar panjang dan merupakan tanaman musiman.(edp)