Pengolahan Limbah Tripatra Diminta Libatkan Lokal

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan Pemkab Bojonegoro, meminta kontraktor proyek Engineering,Procurement and Construction (EPC) 1 lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, agar memanfaatkan tenaga lokal dalam pengolahan limbah di lokasi proyek.

Asisten II Sekkab Bojonegoro, Nono Purwanto, mengungkapkan, ada beberapa masyarakat di sekitar Ring 1 Lapangan Banyuurip yang meminta agar limbah dari kotoran manusia bisa diolah sendiri. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan mengenai usulan tersebut dari PT Tripatra.

“Kami ada masukan dari beberapa Kepala Desa mengenai pengolahan limbah itu,” ujarnya singkat, Jumat (19/4/2013).

Terpisah, juru bicara PT Tripatra, Totok Wibowo, mengungkapkan, selama ini dalam sehari limbah yang dihasilkan dari kotoran manusia mencapai 6-8 trip tankI. Akan tetapi langsung dikirimkan ke pengolahan limbah di Kabupaten Gresik.

“Ya memang ada pengajuan dari Desa Ngadiluweh untuk mengolah limbah tersebut, namun sampai saat ini ijin  belum ada. Jadi sementara dikirim ke Gresik,”sergahnya.

Pihaknya akan tetap menunggu jika memang pengurusan ijin pengolahan limbah dalam proses. Tidak menutup kemungkinan jika nantinya diolah sendiri oleh masyarakat setempat, yang terpenting adalah memiliki ijin terlebih dahulu. (rien)

Baca Juga :   Berharap Polemik Kompensasi Mudi Selesai Tahun Ini

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *