SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Debit air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menunjukkan tren penurununan. Karena didaerah hulu tidak terjadi intensitas hujan, bahkan siang ini cuaca disana terang.
Sebelumnya, Jum’at (19/04) kemarin hingga tadi malam, debit sungai terpanjang di Pulau Jawa itu sempat menunjukkan kenaikan cepat. Di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Bojonegoro permukaan air menyentuh level dititik 14.15 dari permukaan laut (dpl) atau siaga dua. Namun pada pukul 09.00 WIB pagi tadi sudah menunjukkan titik 14.13 dpl (siaga II) dengan trend menurun.
“Yang perlu kita waspadai yakni hujan lokal, jika terjadi hujan lokal maka air akan kembali naik,” terang Sekretaris BPBD Bojonegoro, Budi Mulyono kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (20/4/2013).
Budi mengatakan, diwilayah hulu seperti Solo, Ponorogo, Ngawi, Madiun, Wonogiri sejak kemarin sudah tidak terjadi hujan. Bahkan informasi yang diperoleh dari salah satu BPBD diwilayah hulu, siang ini cuacanya cerah.
“Wilayah hulu debit air sudah turun dibawah level,” tegas Budi.
Dijelaskan, hingga saat ini di papan duga Karangnongko (Kecamatan Ngraho) dititik 26.57 dpl turun dari 26.70 dpl.
“Diprediksi nanti sore di Bojonegoro air sudah turun dibawah siaga,”paparnya.
Ditambahkan, meski debit air di papan duga Bojonegoro mengalami penurunan, namun luapan air Bengawan Solo tersebut diprediksi akan mengancam dua Kecamatan yang berada di wilayah timur. Yakni Kecamatan Baureno dan Kecamatan Kanor. Sebab dua kecamatan tersebut datarannya sangat rendah.
“Berdasarkan laporan camat, air baru menggenangi persawahan dua kecamatan itu, tetapi beberapa rumah di kecamatan Baureno ada yang sudah tenggelam,” pungkasnya.(had)