SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Tingginya angka penderita Hepatitis A, dan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur membuat Bupati setempat, Fadeli, gerah. Dia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) bertindak cepat, terkait kejadian luar biasa (KLB) terhadap dua penyakit tersebut di wilayahnya.
“Kemarin saya baru saja mengunjungi warga Desa Keduk, Kecamatan Sambeng yang menderita Hepatitis A. Di desa ini 41 warganya menderita penyakit itu sehingga statusnya KLB,” ungkap Fadeli, Rabu (24/3/2013).
Dia pun meminta Dinkes bergerak cepat menanganinya. Jika perlu hasil lab di provinsi agar dijemput, sehingga penyebabnya bisa diketahui, dan di lokalisir penyebarannya. Demikian pula untuk KLB DBD agar ditangani dengan serius.
Mengenai program Lamongan yang menggratiskan biaya rawat inap di ruang kelas III, dia menyadari jumlah fasilitasnya baik di puskesmas maupun RSUD dr Soegiri belum mencukupi. Secara bertahap, ruang rawat inap di kelas III itu akan ditambah.
“Karena itu saya bermimpi Lamongan bisa memiliki rumah sakit khusus kelas III tapi bertaraf nasional. Dalam artian ruangnya kelas III, tapi fasilitas, dan pelayanan harus tetap bagus,” ujar dia.
“Saya yakin mimpi saya ini bisa diwujukan Bu Fida (Nuraida), Kadinkes, lewat berbagai sumber pendanaan, ” pungkas dia.
Indeks kesehatan di Lamongan sendiri yang hanya mengalami sedikit kenaikan, karena itu bupati berharap ada upaya lebih intens dari semua stake holder kesehatan di Lamongan. (tok)