SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Kelangkaan solar yang terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  telah memukul sendi perekonomian ratusan nelayan diwilayah tersebut. Mereka tak bisa melaut sejak sebulan kemarin.
Dari pantauan, ratusan nelayan itu berada diwilayah Kecamatan Paciran dan Brondong. Ratusan perahu kecil dan besar milik nelayan bersandar di sepanjang pesisir pantura sejak sebulan kemarin. Para nelayan sudah jarang melaut lagi karena tidak adanya solar di pasaran.
“Ndak ada solar mas. Miyange prei ( libur melaut), “ keluh Sukar, salah satu nelayan Desa Labuhan, Kecamatan Brondong.
Sukar mengaku, sudah berulangkali datang kebeberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baik di Paciran maupun di Brondong. Namun dia tidak tidak pernah mendapatkan solar.
“Kalau ada cepat habis. Kalah cepat dengan kendaraan, “ ungkap Sukar.
Senada juga diakui Dullah. Nelayan di Desa Brondong ini mengaku sampai bosan datang ke SPBU namun tidak pernah mendapatkan solar.
“Gak tahu mas, gimana nasib para nelayan kalau solar tetap hilang terus, “ papar Dullah.
Akibat kelangkaan solar ini, para nelayan terpaksa beralih pekerjaan. Diantaranya harus bekerja menjadi kuli bangunan. Sebagiannya lagi memilih hidup empet-empetan dengan menggunakan sisa tabungan atau mencari hutangan.
Ketua Kelompok Nelayan Brondong, Samiaji, mengatakan, para nelayan sudah tidak melaut 2 bulan. Pada bulan pertama tidak melautnya nelayan karena cuaca yang buruk namun sebulan terakhir nelayan tidak melaut karena solar yang langka.
“Kelangkaan solar terjadi sejak sebulan lalu. Nelayan tidak bisa lagi melaut, “ ujar Samiaji, kamis (25/4/2013).
Dikatakan Samiaji, kelangkaan solar, khususnya yang terjadi di Lamongan dikarenakan adanya permainan agen yang nakal. Namun Samiaji tidak merinci bentuk kenakalan agen dan agen mana saja yang dimaksud.
“Yang jelas saya sudah melaporkan ke dinas terkait di Pemkab Lamongan, “ tandas Samiaji.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Sekkab Lamongan, Moch. Fais Junaedi dikonfirmasi tentang kelangkaan solar di Lamongan, mengaku tidak mengetahui jika kondisi itu berdampak pada nelayan diwilayahnya. Pejabat negara itu justru menanyakan nelayan wilayah mana yang tidak bisa melaut.
“Nelayan wilayah desa mana Mas ? “ tanya Fais.
Fais menerangkan, pasokan solar dari Pertamina ke SPBU dan 2 SPDNÂ untuk Wilayah Pantura Lamongan sudah ditingkatkan sejak dua minggu lalu. Untuk pasokan di 2 SPDN di pantura dari semula sekitar 800 kilo liter (KL) perbulan menjadi sekitar 1100 KL perbulan.
“Itu belum yang melalui SPBU disepanjang Pantura Lamongan,” pungkas mantan Kabag Perekonomian ini. (tok)