Pertamina Normalisasi Pasokan Solar

SuaraBanyuurip.com -  Ririn W

Bojonegoro –  Pengurangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi  jenis solar oleh Pertamina dengan alasan penghematan hingga akhir tahun 2013 ini berdampak pada masyarakat luas. Mereka kesulitan untuk memperoleh solar dan bahkan rela mengantre berjam-jam di stasiun bahan bakar umum (SPBU).

Namun kondisi itu sekarang ini tak lagi dijumpai. Sebab Pertamina mulai menormalisasi dengan menambah pasokan solar bersubsidi di wilayah Jawa Timur.

Asisten Costumer Relation PT Pertamina Fuel Retalin Marketing Region V, Rustam Aji, mengakui, dampak dari pengurangan subsidi solar tersebut mengakibatkan antrean panjang di setiap SPBU. Karena pada Selasa (23/4/2013) Pertamina melakukan pengendalian dengan pengurangan sebesar 5 % dari penyaluran normal.

“Ini dikarenakan kuota solar subsidi yng ditetapkan bersama antara pemerintah dan DPR-RI pada tahun 2013lebih rendah dari 2012,” ungkap Rustam Aji kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (26/4/2013).

Dia menerangkan, untuk menghindari antrean panjang di SPBU, Pertamina telah melakukan normalisasi dengan menambah pasokan secara selektif ke SPBU. Selain itu juga melakukan koordinasi lebih intensif dengan aparat keamanan agar solar subsidi diprioritaskan kepada penerima sesuai peraturan yang berlaku 3 hari terakhir.

Baca Juga :   Hari Ini Jembatan Widang Bisa Dilalui Dua Arah

“Kami sudah  menambah penyaluran ke Jawa Timur rata-rata 30%,” tegas Rustam.

Suplai solar subsidi yang dilakukan Pertamina mencapai 9600 KL dari normal di Jawa Timur sekitar 5.500 KL. Sehingga dapat dipastikan sebagian besar daerah  yang  terdapat antrean telah terurai dan kembali normal.

“Kami harapkan semua wilayah sudah kembali normal,” pungkas Rustam.

Dari pantauan di lapangan Jum’at siang tadi, antrean panjang yang biasa terlihat di beberapa SPBU di Kabupaten Bojonegoro sudah tak tampak lagi. Salah satunya di SPBU Karangpacar Jalan Sawunggaling, Kecamatan Bojonegoro. Ditempat ini hanya terlihat dua orang  pembeli solar menggunakan Jirigen.

“Sudah mulai lancar kok Mbak. Dari kemarin tidak mengantri lagi,” sambung Warjono (45), petani yang mengaku menggunakan solar untuk blower gabah. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *