SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Tindakan kurang patut dilakukan tiga pelajar salah satu SMK di Tuban. Selain melanggar lalu lintas dengan berboncengan tiga, dan tidak menggunakan helm salah satu diantaranya juga berkata kotor kepada petugas saat berada di Jalan Pramuka, Tuban, Jumat (24/4/2013).
Akibat perilakunya tersebut, mereka digiring ke Mapolres Tuban. Saat berada di sana ketiga pelajar ini dibina dengan disuruh berbaris, dan ditanya mengenai beberapa pengetahuan umum. Salah satunya dengan disuruh menghapal teks Pancasila satu persatu.
“Ayo kamu hapalkan Pancasila,” kata Kanit Pengatur Jalan, Pengawalan, dan Patroli (Tur Rajawali) Iptu Musa Bahtiar kepada ketiga pelajar itu.
Selain melanggar aturan lalu lintas. Dua dari tiga pelajar tersebut ternyata tidak hapal sama sekali teks Pancasila. Akibatnya pelajar ini dihukum dengan cara berdiri diatas motor Vixion Nopol S 5996 EV yang mereka kendarai.
“Sudah melanggar aturan lalu lintas, berkata kotor, teks Pancasila pun tidak hapal,” tambah Musa gerah.
Mereka sepertinya termasuk pelajar yang ugal-ugalan. Saat berada di Jalan Pramuka mereka berpapasan dengan Kanit Tur Rajawali Iptu Musa Bahtiar. Melihat ada tiga pelajar dari arah berlawanan, petugas ini bermaksud memberi peringatan. Tapi pelajar ini malah mengucapkan kata-kata kotor sambil memacu motornya.
Melihat itu, Petugas langsung berbalik arah dan melakukan pengejaran hingga masuk salah satu gang. Petugas langsung mengambil kunci motor dan menyuruh mereka mendorong motor mereka ke Mapolres Tuban. Di Mapolres, mereka diberi peringatan dan pembinaan sebelum disuruh untuk pulang.
“Tidak kita tilang, Mas, kita beri pembinaan saja agar mereka tidak mengulangi lagi,” tandas Musa. (edp)