SuaraBanyuurip.com – Edy PUrnomo
Tuban – Di tengah sulit dan mahalnya mendapat Bahan Bakar Minyak jenis solar dan premium, memaksa petani di Tuban, Jawa Timur lebih kreatif. Setidaknya itu dilakukan, Nur Ikhsan (34), petani asal Dusun Muncup, Desa Cokrowati, Kecamatan Tambakboyo, Tuban.
Dia memodifikasi mesin deselnya yang semula menggunakan premium menjadi berbahan bakar Liquid Petrolium Gas (LPG). Di samping lebih hemat ternyata rekayasa yang dia lakukan lebih menjamin kepastian beroperasinya pompa air untuk irigasi sawahnya.
“Disini kan jauh dari SPBU, Mas,” jelasnya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (29/4/2013). Selain itu, belakangan untuk mencari BBM juga teramat sulit di wilayah setempat.
Untuk itu, dia berinisiatif untuk memodifikasi mesin desel berkapasitas 5 PK (daya kuda) miliknya. Dengan beberapa peralatan tambahan seperti selang, regulator, dan kran. Pria ini berhasil mengubah bahan bakar yang awalnya premium dengan LPG.
“Jadi kalau misal Premium nanti ikut naik, tidak ada masalah,” ujarnya menambahkan.
Dengan mengganti bahan bakar dengan LPG. Pria ini juga mengaku bisa hemat pengeluaran untuk mengairi sawahnya sebesar 3 kali lipat. Karena, dengan menggunakan premium, dia membutuhkan sekitar 10 liter agar mesinnya bisa hidup selama 11 jam dengan total senilai Rp50 ribu bensin eceran. Tapi apabila menggunakan LPG, petani ini hanya membutuhkan satu tabung dengan berat 3 Kilogram seharga Rp15 ribu.
“Disini kan kalau beli premium atau solar harus eceran. Harganya lima ribu satu liternya dikali sepuluh, kalau tabung LPG 3 Kg kan hanya 15 ribu,” tambahnya.
Saat ini, dia mengaku tidak lagi khawatir dengan adanya rencananya kenaikan BBM. Meski begitu, petani ini berharap agar LPG tidak hilang di pasaran seperti beberapa waktu lalu. (edp)