SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menemukan adanya beberapa hewan kurban dengan kondisi kesehatan yang kurang bagus.
Salah satunya berada di lokasi penampungan hewan kurban milik Pemkab Tuban di Kelurahan Sidorejo. Â Dimana lokasi ini merupakan penampungan hewan milik Pemkab hasil dari sumbangan beberapa pihak untuk disalurkan.
Pantauan suarabanyuurip.com di lokasi, Jumat (3/10/2014), tidak kurang dari empat kambing yang terpaksa disisihkan oleh petugas yang memeriksa kesehatan ternak. Karena dikhawatirkan penyakit yang diderita ternak ini dapat menular ke kambing jantan yang lain.
“Ini matanya sakit, jadi kita pisahkan dengan kambing lain supaya tidak menular,†kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Peternakan di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Cipta Dwipriyata.
“Ini antisipasi penyebaran penyakit menular seperti antrax, tetapi untuk di Tuban tidak ada penyakit yang strategis seperti ini. Jadi seperti sakit mata ini dapat disembuhkan dengan topikal dan hanya perlu waktu beberapa hari,†lanjut Cipta.
Antisipas ini dilakukan mengingat lalu lintas ternak pada musim ini cukup tinggi. Sehingga pesebaran penyakit ternak cukup rawan terjadi.
Selain penyakit mata, ada juga satu kambing yang buah zakarnya tidak lengkap. Petugas pun menyisihkan kambing ini, karena secara aturan islam organ tubuh kambing ataupun hewan ternak lain yang akan dikurbankan harus lengkap.
“Kita sisihkan untuk diganti dengan yang sehat sebelum disalurkan kepada masyarakat,†kata Cipta.
Adanya masalah kesehatan kambing ini bisa saja terjadi di lokasi penampungann hewan lain. untuk itu dia meminta kepada masyarakat untuk jeli memeriksa kondisi kesehatan ternak, dan juga memeriksa apakah ternak tersebut sudah sesuai dengan aturan yang diajarkan agama Islam.
“Kita harus memastikan itu bersama, sebelum ternak disembelih dan dikorbankan,†tandas Cipta.(edp)