SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ratusan tukang becak dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada dikawasan parkir wisata Sunan Bonang bagian selatan mengeluhkan banyaknya bus pariwisata yang beralih parkir dikawasan Panatai Boom, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Akibatnya, pendapatan tukang becak dan para PKL menurun karena beberapa titik tempat mangkal mereka tidak lagi menjadi lintasan peziarah.
Mereka mengaku pendapatan mereka turun 50 persen. Terlebih saat hari Senin hingga Jumat, tukang becak maupun PKL yang biasanya mendapat 50 ribu dalam sehari, sekarang tinggal Rp20.000 hingga Rp25.000. Dikawasan parkir wisata Sunan Bonang sendir terdapat sekira 200 tukang becak dan PKL yang bergantung dari para peziarah yang meintas dikawasan tersebut.
Menurut pengakuan sejumlah tukang becak, untuk bus pariwisata seharusnya berhenti di tempat parkir wisata Sunan Bonang. Selain sudah ada rambu larangan parkir yang sudah dipasang pantai boom Tuban, juga karena banyaknya PKL, tukang becak, dan pedagang asongan ditempat tersebut.
“Tapi masih saja ada bus parkiri disitu. Katanya dulu dilarang?,” geutu salah satu tukang becak.
Alasan lainnya, apabila Bus Pariwisata berhenti ditempat yang semestinya, maka tukang becak dan PKL yang ada diparkir Sunan Bonang akan terhidupi dengan adanya peziarah yang sampai dimakam Sunan Bonang.
Bukan hanya itu, tukang becak yang ada dikawasan Museum Kambang Putih dan PKL yang ada dipintu masuk makam Sunan Bonang juga akan mendapat hasil. Karena juga akan menjadi lintasan peziarah.
“Kalau parkir ada diutara Alun-alun Tuban, tukang becak dan PKL yang ada diparkir wisata dan kambang putih tidak akan mendapat apa-apa,” sambung Ketua Paguyuban Becak Parkir Sunan Bonang, Teguh, kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia mengangungkapkan, sebenarnya pada bulan Februari 2013 lalu telah diperoleh kesepakatan antara kelompok PKL, tukang becak, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). Hasilnya, apabila Bus Pariwisata besar harus parkir ditempat yang semestinya. Sedang untuk bus kecil dan mobil milik peziarah diperbolehkan untuk parkir didepan Pantai Boom.
Pertimbangannya, jumlah PKL dan becak diselatan parkir wisata dan Museum Kambang putih lebih besar daripada PKL yang ada di Pantai Boom sendiri.
“Sudah dibagi, dan kita sudah menyepakati bersama. Disitu juga ada larangan untuk bus besar dilarang masuk area pantai boom Tuban,”tambahnya.
Untuk itu para tukang becak dan PKL dikawasan Sunan Bonang meminta agar petugas kepolisian yang ada di Pantai Boom Tuban dan Dishub bersikap tegas mengatur parkir bus pariwisata agar kembali parkir ditempat semula. Karena mereka juga telah membayar sejumlah retribusi ke Dishub.(edp)