Kembangankan Lapangan Banyuurip, 42 Sumur Segera Dibor

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya memacu puncak produksi minyak Banyuurip. Dalam waktu dekat ini, pengeboran 42 sumur Banyuurip di wilayah Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, segera dimulai Mobil Cepu Limited n(MCL), operator migas Blok Cepu. Rencananya ada 29 sumur produksi yang akan dieskplorasi dan 13 sumur injeksi.

“Tahap pertama dibor delapan sumur baru di well pad B,” tegas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini saat Selamatan Tajak Sumur Banyuurip di Well Pad C.

Dia menjelaskan, pemboran akan dilakukan secara berurutan di sumur baru di well pad C dan penambahan sumur di well pad A. Ke 42 sumur tersebut dibor menggunakan dua rig (tipe skidding rig) yang dibangun dan dioperasionalkan oleh perusahaan nasional.

“Ini sangat membanggakan karena putra-putri Indonesia sudah bisa membangun rig bertekhnologi baru dan cukup canggih,” ungkap Rudi.

Baca Juga :   Sepanjang 2019, PT BBS Catatkan Produksi Minyak 78.000 BPH dari Sumur Tua

Dari data dilapangan, selain pengeboran saat ini sedang dibangun fasilitas lainnya yang terbagi menjadi lima proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Constructions/EPC). Sampai saat ini progress konstruksi secara keseluruhan lima EPC telah mencapai 51 persen.

“Mudah-mudahan pada Agustus 2014 nanti dapat mencapai 90.000 ribu barel per day,” katanya.

Karena itu, SKK Migas meminta kepada semua pihak termasuk Mobil Cepu Limited (MCL) dan semua kontraktor EPC untuk bekerja sama dalam menyelesaikan proyek Banyuurip sesuai dengan komitmen yang tercantum dalam kontrak. Apabila proyek ini dapat berjalan seperti yang direncanakan, Lapangan Banyuurip dapat memberikan kontribusi produksi minyak sekitar 16,5 persen dari target produksi minyak nasional pada akhir 2014.

“Syaratnya sesuai dengan waktu, mutu, biaya, taat pada peraturan, serta dilaksanakan dengan aman dan selamat,” imbuhnya.

Vice President Public and Goverment ExxonMobil, Erwin Maryoto, menegaskan, kegiatan tajak sumur ini merupakan tahapan penting dari pengembangan proyek Banyuurip, serta sejalan dengan pencanangan “2013 sebagai Tahun Pengeboran”.

Baca Juga :   Operator Janjikan Waktu Tiga Hari

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi keinginan pemerintah,” tandas pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *