Pasutri Bertarung Dalam Pilkades

Pilkades sambongrejo

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Kandidat incumbent Kades Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sulastam, bertarung dengan istrinya, Ny Sriyani, dalam Pilkades desa setempat, Selasa (30/4/2013).

Perhelatan demokrasi desa yang diikuti pasangan suami istri (Pasutri) ini dijaga ketat dari aparat Polisi karena diisukan pelaksanaannya tidak mendapat ijin dari Pemkab Bojonegoro. Kendati begitu, kegiatan politik tingkat desa ini tetap berlangsung meriah tanpa ada kendala.    

Munculnya suami istri sebagai calon dalam Pilkades ini, karena tak ada warga lain yang mendaftar hingga hari penutupan yang ditetapkan Panitia Pilkades Sambongrejo. Ada salah satu warga yang mendaftar, namun ditolak oleh panitia karena waktu pendaftaran sudah tutup.   

Ketua Panitia Pilkades Sambongrejo, M Anwar, mengatakan, pihaknya mengakui sebelaumnya memang ada masalah dalam proses pelaksanaan Pilkades. Akan tetapi semuanya sudah selesai, dan Pemkab Bojonegoro juga telah mengijinkan pelaksanaan Pilkades.  

“Memang sempat ada masalah, tetapi kita sudah selesaikan semua, dan sekarang kita laksanakan pemilihan Kades,” tegas Anwar.

Baca Juga :   Kejari Bojonegoro Kembali Periksa Kepala Bappeda Terkait Dugaan Korupsi Mobil Siaga

Dia menerangkan, memang sebelum pelaksaan sempat ada permasalahan terkait salah satu calon yang akan mendaftar tetapi ditolak oleh panitia. Bahkan, calon yang ditolak sempat tidak terima dan melapor ke Mapolres Bojonegoro.

“Ditolaknya itu bukan karena kami curang, tetapi saat dia mendaftar waktunya sudah habis dan pendaftaran terpaksa kita tutup,” imbuhnya.

Akibat beredar kabar bahwa Pilkades digelar  tidak resmi, mengundang perhatian aparat kepolisian. Polisi gabungan dari beberapa Polsek terdekat terjun untuk melakukan pengamankan di sekitar lokasi.

“Kami dibantu beberapa kepolisian sekitar Sumberrejo,” kata Kapolsek Sumberrejo, AKP Fandil.

Dijelaskan, pengamanan itu atas permintaan panitia dan para warga sekitar. Sebab, dalam Pilkades ini ada pro dan kontra. Sebelumnya, salah satu calon yang ingin mendaftar menjadi Pilkades ditolak, hingga membuat khawatir terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan.

“Saya kurang tahu masalahnya, kami hanya diminta untuk pengamanan Pilkades gitu saja,” imbuh AKP Fandil.

Dirinya melakukan pengamanan dibantu dari Polsek Kanor, Balen, Sugihwaras, Baureno dan Kedungadem.”Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami meminta bantuan dari Polsek lain,” jelasnya. (had)

Baca Juga :   Realfood Hadiahkan Rumah untuk Striker Timnas U-16 Fadly Alberto

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *