Mahasiswa Unirow Tolak Polisi Masuk Kampus

bersitegang

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, menolak kehadiran petugas kepolisian berseragam masuk di kampus mereka, Kamis (2/5/2013).

Menurut mereka, dunia pendidikan harus bersih dari intervensi luar. Termasuk diantaranya dari petugas kepolisian yang bermaksud untuk berkomunikasi dengan massa pengunjuk rasa.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami minta petugas kepolisian untuk tidak masuk di area kampus,” tegas salah satu demonstran melalui megaphone mereka.

Mereka meminta, kepada petugas kepolisian yang akan mengamankan aksi mereka di luar kampus. Untuk bersabar terlebih dahulu dengan menunggu aksi mereka di kampus selesai.

Mendengar itu, Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, sempat tersinggung. Perwira menengah ini mengatakan, petugas yang ada di lokasi kampus hanya sekedar mengamankan saja. Tanpa ada maksud untuk melakukan intervensi kepada demonstran.

“Kami hanya mengamankan saja, kalau misal tidak mau kita amankan ya sudah,” kata Suhartono di hadapan demonstran.

Baca Juga :   Tangani Penyebab Banjir, PEM Akamigas dan PPSDM Migas Bersihkan Saluran Air

Beruntung beberapa tokoh mahasiswa bisa meredam suasana. Sehingga ketegangan tidak berlanjut. Sekitar 30 mahasiswa kemudian ke luar kampus, dan meneruskan aksi dengan melakukan long march menuju Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

Selama aksi di Kantor Bupati Tuban mereka minta agar Pemkab Tuban memberi dukungan kepada mereka. Supaya mau menandatangani penolakan beberapa isi UU no 12 tahun 2012, yang dianggap semakin menjauhkan cita-cita luhur pendidikan Indonesia. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *