SuaraBanyuurip.com – Eky Nurhadi
Bojonegoro – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar pertemuan bersama para alim ulama se-Kabupaten di Gedung Mliwis Putih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Sabtu (4/5/2013). Musyawarah itu dalam rangka menyikapi dampak sosial era industrialisasi minyak dan gas Bumi (Migas) di Bojonegoro.
Ketua MUI Bojonegoro, Jauhari Hasan, mengatakan, pembangunan di Bojonegoro saat ini memasuki era industrialisasi migas yang akan memunculkan harapan sekaligus tantangan bagi masyarakat untuk mendapat kehidupan yang lebih baik. Namun, dibalik harapan tersebut bisa memunculkan gejolak sosial serta kerusakan moral masyarakat.
“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah dan kalangan swasta pelaksana industri migas agar memperhatikan bahaya ancaman kerusakan lingkungan terutama yang berkaitan dengan kerusakan moral atau akhlaq masyarakat Bojonegoro,” tegas Jauhari saat memberikan sambutan.
Dia juga meminta kepada pengelola tempat hiburan seperti, caffe, hotel dan sarana sosial lain hendaknya menjunjung tinggi nilai norma agama dan nilai budaya lokal masyarakat Bojonegoro.
“Agar tetap tercipta masyarakat yang agamis dan guyub serta gotong royong,” tandasnya.
Dalam musyawarah daerah alim ulama itu dihadiri Bupati Bojonegoro, Suyoto, para ulama, Kyai, pengasuh pondok pesantren serta tokoh agama serta organisasi masyarakat se- kabupaten Bojonegoro.(had)