SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku, sampai saat ini belum ada kesepakatan terkait kenaikan produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Lifting migas tahun depan sudah ditetapkan 815 ribu barel per hari (bph) dan kita tetap persiapkan supaya tercapai,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar, Senin (3/10/2016).
Saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah telah menyepakati target lifting minyak dalam RAPBN 2017 sebesar 815 ribu bph.
“Hanya saja, apabila produksi di Blok Cepu dinaikkan butuh pertimbangan baik secara tekhnis maupun non tekhnis,” imbuhnya.
Menurutnya, peningkatan produksi di Blok Cepu memiliki risiko. Salah satunya beban penggantian biaya operasional migas (cost recovery) yang ditanggung pemerintah bisa membesar.
“Selain itu, peningkatan produksi akan menambah biaya yang harus dikeluarkan negara. Itu pula yang perlu dipertimbangkan,” pungkasnya.(Rien)