Petani Sekitar Blok Tuban Mulai Tanam Padi

Petani sukowati

SuaraBanyuurip.comEky Nurhadi

Bojonegoro – Petani di sekitar Lapangan Migas Sukowati Pad B, Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mulai melakukan tanam padi. Tanam padi kedua tahun ini mereka lakukan setelah beberapa waktu lalu tanamannya tak memberikan panen bagus lantaran terendam banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo.

Penanaman padi itu dilakukan warga Desa Ngampel, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur secara serentak. Hal itu dilakukan agar nantinya jika ada ancaman bahaya hama padi tidak terlalu parah. Sebab, jika petani disekitar proyek itu menanam tidak bersamaan, hama padi seperti wereng dan tikus akan mudah menyerang.

“Setiap mau tanam padi pasti waktunya bersamaan. Kalaupun terlambat paling satu dua hari saja,” kata Arif (45), salah satu petani Desa Ngampel.

Dari pantauan SuaraBanyuurip.com dilapangan, sebanyak enam ibu rumah tangga di sekitar pemboran migas Pad B pagi tadi bergulat lumpur sawah untuk mencocok tanaman.  Jarak sawah mereka dengan lokasi pusat pemboran hanya sekira 20 meter.

Baca Juga :   Warga Ngampel Ingin Hearing dengan JOB P-PEJ

Suwarti (65), pemilik sawah mengungkapkan, cocok tanam ini dilakukan yang kedua kalinya. Sebelumnya Januari 2013 lalu dirinya juga sudah melakukan penanaman pagi. Namun hasilnya kurang begitu bagu.

“Hasil panennya kemarin jelek, karena waktu mau panen terendam air banjir,”katanya.

Dia berharap, hasil panen kedua ini bisa lebih baik. Karena rata – rata sawah di Desa Ngampel telah dijual kepada operator untuk kepentingan pemboran. Sehingga tanah yang tersisa inilah yang menjadi gantungan hidup petani Ngampel saat ini.

“Nanti kalau panennya tidak baik lagi, kita tidak bisa makan karena tanahnya tinggal satu ini,” pungkasnya.(had)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *