SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mngancam akan menghadang moving (pengangkutan) rig dai tapak sumur B ke tapak sumur A yang dilakukan oleh operator migas Sukowati, Blok Tuban, JOint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Tokoh masyarakat setempat, Pamuji, mengatakan, penghadangan itu dilakukan karena JOB P-PEJ hingga kini belum memberikan perhatian kepada masyarakat Ngampel yang terkena dampak dugaan kebocoran gas di Pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, beberapa waktu lalu hingga mengakibatkan warga mengungsi karena mual, pusing dan muntah-muntah akibat mencium bau tak sedap menyerupai telur busuk.
“Terutama untuk tenaga kerja yang hingga kini belum terkoordinir,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (23/5/2015).
Sementara itu, Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, mengungkapkan, pihaknya telah meminta keterangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) khususnya Komisi A yang menjanjikan akan mempertemukan warga dengan JOB P-PEJ.
“Sehingga keluhan warga ini bisa tersampaikan langusng kepada operator,” timapl Hantoyono.
Namun saat dihubungi pemerintah desa (Pemdes), lanjut Hantoyono, pihak Komisi A masih belum memberikan jawaban pasti kapan hearing (rapat dengar pendapat) yang terlanjur dijanjikan tersebut dapat dilaksanakan.
“Kita menagih janji ke Komisi A, supaya tidak ada gejolak sosial dengan JOB P-PEJ,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Wasito, menyatakan, untuk melakukan hearing harus melalui rapat oleh badan musyawarah (Banmus) terlebih dahulu.
“Tapi kalau warga mau datang langsung silahkan, kami akan terima aspirasi dengan tangan terbuka,” ucap politisi Partai Gerinda itu.(rien)




