Pekerja Subkon Pertamina Datangi Disnakertransos

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sekira 16 pekerja dari pelabuhan PT Sechase Manunggal Jaya, Sub Kontraktor PT Pertamina di Desa Remen, Kecamatan Jenu,  Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) setempat, Selasa (7/5/2013). Mereka mengadukan nasibnya yang tidak jelas karena digantung perusahaan.

Belasan pekerja membawa sejumlah poster yang bertuliskan “Kerjo ora…di PHK yo ora…,”.  Tulisan itu menggambarkan tentang sikap perusahaan yang plin-plan. Karena disatu sisi mereka tidak bekerja, disisi lain mereka juga tidak pernah di Putus Hubungan Kerja (PHK).

Ada beberapa tuntutan yang diusung para pekerja ke PT Sechase Manunggal Jaya. Yakni menuntut perusahaan kembali memperkerjakan mereka, mengembalikan dan memenuhi hak pekerja selama bekerja diperusahaan yang tidak diberikan, serta pertanggung jawaban pemberian ganti rugi yang menjadi hak pekerja selama mereka tidak bekerja selama tujuh bulan terhitung mulai Nopember 2012 hingga sekarang.

“Kami digantung perusahaan, tiba-tiba tidak dipekerjakan dan tidak pula di putuskan kalau memang dipecat,” ungkap Dupil, warga Manado, Sulawesi Utara, yang menjadi koordinator pekerja ini.

Baca Juga :   Penelephon Mengatasnamakan Kejaksaan Beredar di Cepu

Ditambahkan, beberapa bulan lalu sekira 16 pekerja yang menjadi operator dipelabuhan juga ditipu perusahaan. Karena mereka mendapat selebaran yang berisikan informasi bahwa Pertamina telah melakukan pemutusan hubungan kontrak dengan PT Sechase Manunggal Jaya. Tapi belakangan diketahui, perusahaan ini masih menjalin kerja sama dan sama sekali tidak ada pemutusan kontrak.

“Kita pikir, kita bisa apa kalau perusahaan sudah tidak dipakai. Makanya kami waktu itu tidak bekerja. Ternyata itu hanya akal-akalan saja agar kami keluar tanpa pesangon dan gaji,” tegas Dupil.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Disnakertransos Kabupaten Tuban, Moh Nawawi, mengatakan, pihaknya akan segera mengirim surat kepada PT Sechase Manunggal Jaya untuk bertemu dengan pekerja.

“Secepatnya kami akan memanggil perusahaan untuk dan memediasi masalah ini,” jelas Nawawi usai menemui para pekerja ini

Ditanya apakah akan melakukan pemanggilan kepada PT Pertamina, Nawawi mengaku, langkah tersebut bisa jadi akan dilakukan sebagai alternatif terakhir. Alasannya karena pekerja ini tidak bernanung dan bekerja di PT Pertamina.

Baca Juga :   Jelang UN Ribuan Pelajar Do'a Bersama

“Mereka mempermasalahkan PT yang memperkerjakan mereka, Mas,” jawab dia.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *