SuaraBanyuurip.com – Ririn W
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Suyoto, menyatakan, pihaknya berusaha agar produksi gas dari wilayah Kabupaten Bojonegoro dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk di wilayah setempat.
Saat ini telah terjadi unitisasi lapangan gas Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, dan lapangan gas Jambaran, Blok Cepu yang dioperatori PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Kedua lapangan gas ini dikabarkan akan didistribusi untuk pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.
Bupati yang menjabat dua periode ini mengatakan, telah mendapatkan informasi jika dari target produksi gas unitisasi lapangan gas tersebut mencapai 185 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sebanyak 85 MMSCFD masing-masing dialokasikan untuk kedua pabrik pupuk, dan sisanya akan dialokasikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Sebanyak 85 MMSCFD itulah nanti saya berjuang mati-matian supaya itu bisa diproduksi di Bojonegoro, selebihnya saya belum tahu kelanjutannya,†tukas Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Suyoto, Kamis (9/5/2013).
Dia jelaskan, pihaknya sejak awal telah membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pupuk Pusri, dan nanti fasilitas prosessing gasnya semua ada di Bojonegoro. Terlebih hal itu ada di dalam Plan of Development (PoD) (rencana pengembangan).
Dia menegaskan, produksi gas unitisasi Tiung Biru-Jambaran diprioritaskan untuk pupuk dimana saat ini sedang dibicarakan untuk harga terakhirnya. Hal itu sudah diputuskan oleh Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan mendukung sepenuhnya.
“Saya mendukung sepenuhnya karena itu untuk keperluan nasional, akan tetapi lebih mendukung lagi agar produksi gas tidak semuanya ke luar dari wilayah  Bojonegoro,†katanya .
Menurutnya, pabrik pupuk dibuat di Bojonegoro sangat kompetitif. Pertimbangannya, Â pertama ada double track untuk memudahkan distribusi melalui jalur darat, kedua ada Sungai Bengawan Solo dimana untuk kebutuhan air akan cukup. (rien)