Puluhan GTT Datangi Disdikpora Pertanyakan TF

GTT K2

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Puluhan guru honorer kategori 2 (K2) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban, Jawa Timur menanyakan kepastian pencairan Tunjangan Fungsional (TF), Jumat (10/5/2013).   

TF diberikan oleh Pemkab Tuban sebesar Rp300 ribu per bulan sejak tahun anggaran 2013. Akan tetapi hingga memasuki bulan Mei ini para guru tidak honorer tersebut belum menerima TF yang dijanjikan.

Mereka datang langsung meminta bertemu Kepala Disdikpora, Sutrisno, untuk melakukan hearing (dengar pendapat). Di depan Sutrino mereka menanyakan beberapa maksud, dan tuntutan mereka.

“Sejak Bulan Januari hingga sekarang belum menerima, kami hanya menanyakan apakah memang tunjangan itu akan diberi kepada kami apa tidak?” jelas Andik, salah satu Guru asal Desa Sugihan, Kecamatan Jatirogo, Tuban.

Mereka juga mengungkapkan beberapa persoalan lain dalam daftar calon penerima TF. Penerima seharusnya adalah guru yang mempunyai ijazah minimal S1, dan mempunyai jam mengajar yang cukup yaitu 24 jam selama satu minggu. Kenyataannya, masih banyak guru yang memenuhi prasyarat tapi justru tidak terdaftar pada calon penerima tunjangan ini.

Baca Juga :   Masalah Jukir Ilegal ke Ranah Hukum

“Ada yang baru lulus SMA tapi terdaftar dalam TF, selain itu ada guru yang jam mengajarnya kurang juga dapat,” timpal Soleh, perwakilam dari Guru K2 ini.

Untuk itu mereka meminta, agar Disdikpora melakukan pengecekan kembali mengenai  data ini. Serta beberapa guru lain sempat memberi usulan, agar semua guru K2 di Tuban diberi TF ini.

Menanggapi ini, Sutrisno, menegaskan, guru K2 ini akan tetap mendapatkan haknya. Seperti persetujuan dari Pemkab Tuban dan DPRD Tuban. Disebutkan pula saat ini masih menunggu proses pencairan uang tersebut.

“Masih ada beberapa proses yang harus dilalui, termasuk apakah mekanisme pencairan itu per tiga bulan atau per enam bulanan,” jelasnya.

Sementara terkait keluhan daftar penerima, dia jelaskan, akan melakukan pengecekan kembali bersama-sama. Karena, data penerima TF bersumber dari Kepala Sekolah masing-masing.

“Untuk itu akan dilakukan pengecekan kembali, karena data dari bawah,” tambahnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *