SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sumur minyak Kedungkeris dimungkinkan menjadi salah satu sumur penopang produksi puncak minyak Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari (bph) yang dijadwalkan pada 2014 mendatang. Sumur yang terletak di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu telah dinyatakan oleh Mobil Cepu Limited (MCL), operator Blok Cepu, memiliki kandungan minyak.
Hanya saja, anak perusahaan raksasa migas Amerika Serikat itu, mengaku, belum mengetahui berapa cadangan minyak di sumur Kedungkeris karena masih dilakukan kajian.
“Kita masih mengkaji untuk keekonomian sumur itu,†kata Field Public and Governmen Affair Manager, MCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (17/5/2013).
Selain sumur Kedungkeris, ada dua sumur yang masih dilakukan kajian. Yakni Sumur Alas Tua Barat (ATW), di Desa/Kecamatan Ngasem dan Alas Tua Timur (ATE) di Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Ketiga sumur itu sudah pernah dilakukan eksplorasi pada medio 2010 – 2012 lalu.
“Saat ini kami sedang fokus pada pencapaian puncak produksi sesuai arahan SKK MIGAS,†tegas Rexy.
Jika benar Sumur Kedungkeris akan segera eksploitasi untuk menunjang produksi minyak Banyuurip, maka akan menambah jumlah sumur produksi di Blok Cepu. Sekarang ini 49 sumur di Lapangan Banyuurip. 29 sumur diantaranya adalah sumur produksi yang akan dieskplorasi dan 13 sumur injeksi. (sam)