SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Peringatan hari kebangkitan nasional (Harkitnas) yang jatuh pada tanggal 20 Mei diwarnai  unjuk rasa. Puluhan aktivis Mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Bojonegoro memadati bundaran Jetak, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka menuntut pemkab setempat  bertanggung jawab atas dampak industrialisasi migas dan yang ada di Bojonegoro.
“Pemkab lebih pro perusahaan, masyarakat kecil kian terpinggirkan dan menimbulkan kesenjangan sosial,” kata Koordinator aksi Galih Satria Buana Putra dalam orasinya. Senin (20/5/2013).
Mahasiswa menilai  perusahaan adalah kapitalis yang mengeruk kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) tambang migas.
“Bojonegoro saat ini adalah primadonanya migas nasional, tapi masyarakatnya masih banyak yang miskin,” ujarnya.
Pada peringatan ini, mahasiswa berharap pemerintah bisa segera sadar dan bangkit. Sebab, menurut mahasiswa, industrialisasi migas juga merupakan pengekangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Sekiranya kemerdekaan sejati dapat kita wujudkan mulai sekarang,” tandasnya. (roz)