SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro- Kepolisan Resort Bojonegoro, Jawa Timur menggelar rekonstruksi kematian Muhammad Zaenal Arifin, (16), pelajar SMP, yang tewas akibat ditendang pelatihnya saat berlatih pencak silat. Dalam reka ulang meninggalnya belia yang tinggal di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Bojonegoro itu polisi menemukan fakta baru.
Ada 16 adegan dalam rekonstruksi yang dilaksanakan bersama saksi-saksi. Diantaranya ketua ranting salah perguruan silat terbesar, Warno dan 8 anggota lainnya yang mempraktekkan awal latihan hingga insiden tersebut terjadi.
“Dari rekosntruksi tersebut,ternyata ada temuan gerakan baru yang tidak ada dalam rundown sebelumnya,” jelas Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Joe Indra Lana Wira saat press release bersama media.
Dia katakan, beberapa adegan temuan baru diantaranya tersangka, Moch Murdianto (19), mengetahui korban sudah mengerang kesakitan tapi masih saja melanjutkan latihan. Selain itu tersangka sempat memeriksa nadi korban saat korban mengerang, bahkan ada satu tendangan yang mengarah ke dada korban.
“Disitulah korban kesakitan dan pingsan. Menurut pengakuan para saksi korban meninggal dalam perjalanan,” tegas Jose.
Dia tambahkan, berkas tersangka sekarang ini sudah penyelidikan. Akibat perbuatannya tersebut tersangka dijerat Pasal 359 KUHP karena kelalaiana yang mengakibatkan kematian seseorang dengan ancaman hukuman 6 tahun.(suko)