Kementerian LH Nilai Adipura di Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan -Untuk bisa meraih Adipura Kencana, kabupaten /kotamadya harus memiliki nilai yang melebihi dari apa yang ditentukan dalam kriteria Adipura. Yakni memiliki terobosan dan inovasi. Demikian dikatakan Sarwono Kusumaatmadja saat melakukan penilaian Adipura Kencana di Lamongan, Rabu (22/5/2013).

Sarwono datang bersama Rahmat Witoelar, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah pada Kementerian Lingkungan Hidup (LH), dan Sudirman, Dewan Pertimbangan Daerah (DPA).

“Sejarah Adipura adalah soal penialian fisik. Sementara Adipura Kencana harus lebih dari sekedar fisik yang bagus. Tadi dari paparan Pak Bupati sudah saya lihat ada terobosan terkait penggunaan energi terbarukan di Lamongan,” sebut dia.

Poin krusial lain dalam Adipura Kencana sebagaimana disebutkan Sarwono adalah harus ada keseimbangan program LH antar kota dengan daerah henterlandnya. Kemudian kualitas kesadaran dan partisipasi masyarakat serta ada tidaknya pengaruh program LH terhadap kualitas hidup warganya.

Energi terbarukan yang disebutkan Sarwono itu merujuk pada paparan Fadeli sebelumnya. Dimana Fadeli mengatakan, Lamongan sudah menggunakan inovasi di bidang energi. Seperti pencanangan Desa Mandiri Energi di Desa Kedukbembem, Kecamatan Mantup yang telah menggunakan biogas dari kotoran sapi untuk keperluan memasak dan penerangan.

Baca Juga :   Perkuat Pemuliaan Sumber Air, Tanam Pohon Beringin di Sendang Jambe Kedunggampeng

Kemudian traffic light di Lamongan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) sudah ada yang menggunakan tenaga dari panel surya. Sedangkan di tempat pembuangan akhir (TPA) Tambakrigadung, gas metan dari olahan sampahnya sudah digunakan untuk memasak warga sekitar dan penerangan di TPA.

Selain itu juga rencana membangun pembangkit listrik dari bahan enceng gondok yang menjadi benalu di Lamongan. Rencana ini dikerjasamakan dengan Bank Dunia bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Fadeli menerangkan, untuk tahap pertama akan dibangun pengolah enceng gondok sebanyak 60 ton (25 m3) per hari yang bakal mampu menghasilkan listrik 1 mega watt. Bahkan di tahap selanjutnya proyek ini akan mampu menghasilkan listrik 3 mega watt dengan enceng gondok yang diolah mencapai 75 m3 per hari.

Sementara Rahmat Witoelar, mengaku, akan melihat langsung kreatifitas dan partisipasi warga. Kemudian adanya program yang berkelanjutan dan terobosan kreatif yang ada. “Tadi bagus ada inovasi Beta Gaya yang menggunakan solar cell. Ini yang tidak terpikirkan oleh daerah lain,” ujarnya.

Baca Juga :   100 Ha Lahan Hutan Digunakan Tambang Ilegal

Tim DPA selanjutnya mengunjungi sejumlah perkampungan di Lamongan. Seperti saat di lingkungan Banjaranyar, Kelurahan Banjar Mendalan, mereka mencoba instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal milik warga. Kemudian di Gang Arjuna, Kelurahan Sidoharjo, tim juga melihat langsung aktifitas Bank Sampah.

“Wah ini sampah bisa jadi berkah, “ celetuk Witoelar saat di Bank Sampah Gang Arjuna.

Sekedar diketahui, Lamongan sudah enam kali berturut-turut meraih Adipura. Namun belum sekalipun Kota Soto ini bisa memboyong pulang anugerah tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan hidup, Adipura Kencana.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *