SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Belum genap sebulan diresmikan oleh Bupati Tuban H Fathul Huda, kini Kedai Dahar Pasar Atom (Kedatom) Tuban di dekat kompleks wisata pantai Boom Tuban kembali sepi. Sepinya sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) ini karena tak ada pengunjung yang jajan di tempat tersebut.
Pantauan SuaraBanyuurip.com di lokasi Kedaton menyebut, tempat relokasi yang diperuntukkan PKL tersebut saat ini hanya sekitar 8 lapak yang masih bertahan. Padahal pada hari pertama, terdata sekitar 32 PKL membuka stand di tempat tersebut.
Selain banyaknya lapak yang tutup, di tempat tersebut juga terlihat hanya sedikit pengunjung. Mereka lebih banyak memilih jajan di luar area Kedatom. Dengan alasan tempat yang lebih terbuka. Serta lebih dekat dengan akses jalan.
“Lebih enak di luar, Mas, lebih dekat dan ramai. Tidak seperti di dalam sepi,†terang Khamin (30), salah satu pengunjung asal Desa Sumurgung, Kecamatan Kota, Tuban.
Tragisnya lagi beberapa kali layanan internet gratis yang disediakan di tempat tersebut juga kerap kali putus. Jadinya tempat tersebut semakin terkucil, dan tidak menarik minat pengunjung.
Pedagang yang masih buka di tempat tersebut mengaku, tempat menggelar dagangan di Kedaton ini ramai pada hari pertama pembukaan. Selebihnya, tempat tersebut kembali sepi dan mengakibatkan penurunan drastis pada pendapatan mereka.
“Bayangkan, Dik, satu hari jual nasi goreng hanya laku tidak lebih dari lima piring,†terang MS (56), salah satu penjual kopi yang berada di tempat tersebut.
Merasa tidak mendapat untung, mereka lebih memilih untuk menutup dagangan. Saat ini hanya ada beberapa pedagang disisi utara yang masih bertahan.
“Kalau saya kan jualnya barang yang tidak basi, Dik, kalau yang jual makanan ya pasti merugi banyak,†tambahnya.
Diketahui, Kedatom merupakan tempat relokasi PKL yang awalnya berjalan di Jalan Yos Sudarso, Tuban. Pembukaan dilakukan pada hari Jumat tanggal 26 April lalu oleh Bupati Tuban, Fathul Huda. (edp)