SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) senilai Rp870,9 juta yang diperuntukan bagi rumah tangga sasaran (RTS) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hangus. Alasannya para RTS tak mengambil dana bantuan tersebut.
Dana ratusan juta tersebut seharusnya diperuntukan untuk
2.903 RTS di Tuban. Tapi karena hingga batas akhir pengambilan pada 13 Desember 2013 lalu tidak diambil, maka secara otomatis dana sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) itu hangus dan tidak dapat dicairkan kembali.
“Otomatis yang tidak mengambil BLSM tersebut akan hangus,†kata Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Tuban, Minto Puji Santoso, ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini, Sabtu (14/12/2013).
Menurut Minto, dana kompensasi tersebut akan dikembalikan ke kas negara melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dia merinci, kalau penerima BLSM di Tuan pada tahap pertama dan kedua keseluruhan berjumlah 97.104 orang. Dengan jumlah RTS yang tidak mengambil sebesar 2.903, maka pengambil BLSM totalnya hanya mencapai 94.201 orang.
Lebih lanjut dikatakan, kalau pihaknya telah memberikan undangan dan pemberitahuan kepada warga penerima BLSM yang belum mengambil melalui masing-masing kecamatan.
“Pemberitahuan dan undangan untuk diteruskan ke masing-masing desa,†kata Minto.
Meski hal tersebut telah dilakukan, tapi masih banyak yang tidak melakukan pengambilan BLS. Menurut Minto, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab RTS tak mengambil bantuan itu. Diantaranya penerima itu sudah meninggal dunia, pindah tempat, atau memang karena enggan untuk melakukan pengambilan.
“Karena untuk mengambil dana BLSM harus dilakukan sendiri, tidak boleh diwakilkan,†tandas Minto.(edp)