Karang Taruna Tuntut Transparansi TKD

demo pongpongan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Karang taruna Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menuntut transparansi keuangan hasil sewa Tanah Kas Desa (TKD) setempat, Jumat (24/5/2013).

Mereka mendatangi balai desa setempat, setelah sebelumnya mengajukan permohonan hearing kepada Pemerintah Desa (Pemdes). Saat ditemui kepala desa dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mereka kemudian mempertanyakan dana hasil sewa TKD yang saat ini terletak di Desa Tobo, Kecamatan Merakurak, Tuban.

“Kami minta klarifikasi berapa uang hasil sewa TKD milik Desa Pongpongan,” kata ketua Karang Taruna Desa Pongpongan, M Arifin, kepada Suarabanyuurip.com.

Dia sebutkan, selama ini warga maupun karang taruna belum pernah mengetahui berapa jumlah uang hasil sewa. Serta dipergunakan apa uang tersebut. Karena mereka tahu, bahwa tanah dengan luas sekitar 16 hektar hasil tukar guling tersebut disewa seseorang untuk perkebunan tebu selama 2 tahun.

“Uang itu untuk apa? Selama ini kita tidak pernah mendapat informasi. Katanya sewa sudah selesai, tapi kok masih digarap TKD tersebut,” tambah pemuda lainnya.

Baca Juga :   42 TPS di Bojonegoro Belum Mampu Tampung 100 Ton Sampah Tiap Hari

Menanggapi ini, Kepala Desa Pongpongan, Sutrisno, meminta maaf atas kurangnya komunikasi antara Pemdes dengan BPD, dan warga. Dia mengakui, memang sejak tahun 2010 lalu belum pernah memberikan laporan kepada warga.

“Saya minta maaf atas miskomunikasi ini,” kata Sutrisno, di depan 40 pemuda yang menemuinya.

Dia katakan, terkait sewa tanah, telah dilakukan dengan nilai total sekitar Rp95.220.000 untuk tanah 16 hektar selama 2 tahun yang ada di Desa Tobo. Dengan rincian, satu meter dihargai dengan Rp2.300.000 rupiah.

“Per meter masuk kas desa sekitar 1.500.000 rupiah, sisanya diberikan kepada para makelar, Mas,” jelasnya.

Dari hasil itu, total uang yang masuk ke kas desa ada sekitar Rp52 juta. Rencananya, uang itu akan digunakan untuk melegalkan status tanah yang didapat dari hasil tukar guling tersebut. Supaya tidak ada permasalahan dan sengketa dikemudian hari, karena TKD itu berada di luar desa mereka.

“Saya ingin menyelamatkan aset desa, untuk itu perlu disertifikatkan agar jelas,” tegasnya.

Disinggung mengenai permintaan pemuda untuk perbaikan lapangan olahraga. Dia katakan, tidak akan menggunakan uang tersebut untuk perbaikan lapangan. Hanya akan membantu pemuda untuk mendapat bantuan dari pihak ketiga untuk perbaikan lapangan.

Baca Juga :   Dua Napi Kabur, Kalapas Tuban Dicopot

“Untuk itu, kita akan mencari solusi dengan minta bantuan dari pihak ketiga. Karena juga sudah ada pembicaraan antara Pemdes dengan Semen Gresik,” jelasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *