Pelajar Tuban Tabur Bunga, di Bojonegoro Konvoi Motor

tabur bunga

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Perayaan kelulusan tingkat SMA tahun ini dilakukan berbeda-beda oleh pelajar. Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, para siswa melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP).

Seperti yang dilakukan pelajar Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah. Sebanyak 50 siswa mendatangi TMP menjelang pengumuman kelulusan, Jum’at (24/5/2013).  Mereka beriringan mengendarai sepeda motor maupun onthel dan langsung masuk ke area makam. Setelah itu langsung duduk bersila dan membaca tahlil yang dipimpin salah satu siswa.

“Kami disini mau tabur bunga kak,” kata M Subhan, Ketua Osis Madrasah Aliyah (MA) Ash Shomadiyah, Tuban.

Dia mengaku, kedatangan para siswa ini untuk mengenang jasa para pahhlawan dan meneladani perjuangan para pahlawan selama masih hidup.

Salah satu guru, Istiana, kepada murid-muridnya mengatakan bahwa kelulusan bukanlah penentuan masa depan. Karena yang terpenting adalah pada proses pembelajaran yang telah dilakukan selama ini. Diantaranya pada penempaan mental, organisasi, dan sebagainya.

“Contohlah para pahlawan ini, mereka tidak mencari nama kebesaran untuk berjuang,” pesan Istiana, sambil menunjuk kearah makam pahlawan.

Dikonfirmasi, Kepala MA Ash Shomadiyah Tuban, Sholahuddin Riza Habibie katakan, sistem Ujian Nasional (UN) yang dilakukan di Indonesia terkesan kurang tepat. Pasalnya banyak hal yang terlalu dipaksakan, salah satu contohnya adalah dengan menyama ratakan nilai dan standart kelulusan diseluruh Indonesia.

“Boleh ada standart kelulusan, tapi jangan menyamaratakan standart itu,” jelasnya.

Berbeda dengan perayaan kelulusan di Bojonegoro. Perayaan kelulusan dilakukan dengan konvoi motor dan corat-coret baju. Meski budaya tahunan itu telah dilarang namun para siswa masih nekad konvoi dijalan-jalan di wilayah perkotaan maupun poros kecamatan dengan sepeda motor blong-blongan.

“Seumur hidup satu kali, rugi kalau tidak dirayakan, Mas,” kata salah satu siswa SMA Negeri 1 Dander, Farid.

Untuk diketahui, tingkat kelulusan di Bojonegoro tahun 2013 ini mencapai 100 persen. Dari peserta unas SMA/MA sebanyak 7.889 dan SMK sebanyak  5.382 dianyatakan lulus semua.

Kepala Bidang Pendidikan SMP, SMA, SMK, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, mengungkapkan, kelulusan siswa tahun ini ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing berdasarkan rapat dewan guru. Dengan syarat harus memenuhi empat kriteria diantaranya peserta didik harus menyelesaikan seluruh program pendidikan, menyelesaikan kelompok pembelajaran, lulus Ujian Sekolah dan terakhir harus lulus Unas. (edp)

Baca Juga :   Rekonstruksi Pembunuh Rantam Tunggu Berkas Lengkap

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *