SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro - Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyarankan agar pihak terkait untuk segera memperhatikan jalan utama pemboran Blok Cepu mulai Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Desa Gayam, Kecamatan Gayam, seiring meningkatnya aktifitas eksplorasi dan eksploitasi migas diwilayah tersebut. Disamping melakukan perbaikan jalan, juga perlu pemasangan rambu-rambu lalu-lintas  dan pendirian pos polisi Pos Polisi diperempatan pasar Desa Gayam.
Dari pantauan, selain menjadi akses utama menuju lokasi sumur migas Banyuurip – Jambaran dan kecamatan, akitifitas di jalan sepanjang sekira enam kilo meter itu kian padat. Sebab diwilayah tersebut terdapat Pasar Desa dan sejumlah sekolahan yakni SMP, SMA, MI dan SD. Kepadatan itu terjadi saat pagi ketika pedagang berjualan dipasar dan bersamaan dengan keberangkatan siswa ke sekolah. Â
“Sehingga, perlu segera dibangunnya Pos Polisi dan pemasangan rambu-rambu lalin yang maksimal,” kata Sukoco warga Gayam, Sabtu (25/5/2013).
Dia juga meminta, agar Pemkab Bojonegoro melalui dinas terkait segera melakukan pembangunan jalan yang kondisinya rusak yang sekarang ini hanya ditambal sulam dengan pedel. Selain hal itu, juga segera dibangun lampu penerangan jalan disepanjang jalur agar tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas pada waktu malam  hari.
“Informasinya jalan ini sudah menjadi hak sepenuhnya dinas pekerjaan umum (DPU) bukan lagi hak perusahaan di Blok Cepu. Karena MCL sudah menyerahkannya kepada Pemkab Bojonegoro,” ujar Sukoco, mengungkapkan.
Tokoh pemuda Desa Gayam itu menambahkan, Kecamatan Gayam merupakan wilayah baru yang memiliki potensi sumber minyak yang seharusnya lebih baik dari  kecamatan lain di Bojonegoro. Selain itu, kondisi rambu-rambu lalu-lintas yang sudah dipasang MCL itu perlu dilengkapi oleh Pemkab Bojonegoro.
“Masak jalan yang memiliki sumber minyak kok hanya diurug pedel kan kurang bagus to, Mas. Seharusnya dibangun aspal yang bagus. Apa yang saya sampaikan ini merupakan masukan, jangan sampai warga menanami pisang,†imbuh Sukoco. (sam)