Nastain, Kolektor Ratusan Batu Akik

NULL

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Menjadi penghobi batu akik adalah sebuah panggilan jiwa. Butuh ritual khusus untuk melakukanya.

Seperti hobi yang ditekuni Nastain (34), warga Jalan Jombang, Gang Roworejo RT. 2, RW. 4 Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Selama belasan tahun Nastain berburu batu akik hingga mampu mengoleksi ratusan jenis batu akik.

Ratusan batu akik dengan berbagai warna dan ukuran yang dikoleksi Nastain disimpan diwadah kotak khusus tempat menyimpan perhiasan. Untuk setiap jenis batu akik yang dikoleksi pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Kelurahan Babat itu memiliki nama dan yoni masing-masing.

“Ada sejarah perburuan sendiri untuk memperoleh setiap batu akik yang saya koleksi,” kata Nastain membuka perbincangan dengan suarabanyuurip.com, Selasa (28/5/2013).

Sekarang ini, setidaknya ada sekira 500 batu akik yang dikoleksi. Dari ratusan batu akik itu ada sekira 150 batu akik yang diperolehnya dengan cara berburu khusus. Sedangkan sisanya merupakan batu akik hasil buatan sendiri, hasil barter atau dikasih orang karena mengetahui dirinya seorang kolektor batu akik.

Nastain mengaku, suka berburu batu akik yang kasat mata dengan petunjuk mata batin. Dia mendatangi tempat-tempat yang diyakini menyimpan batu akik. Untuk kemudian malakukan ritual khusus agar dapat mengambil batu akik dari alam gaib.

Baca Juga :   Poros Kecamatan di Bojonegoro Terendam Banjir

“Niatan saya murni karena suka mengoleksi. Bukan karena khodam batu akik tersebut. Walaupun harus diakui setiap batu akik memiliki yoni sendiri-sendiri,” ungkap bapak dua anak ini.

Kemudian Nastain menjelaskan beberapa jenis akik dan yoni yang menyelimuti batu akik yang dikoleksinya. Menurut dia, kelas batu akik tertinggi yaitu zamrud. Batu akik jenis ini untuk yang meyakininya akan membawa kewibawaan bagi yang memakainya.

Sedangkan batu akik kecubung, lanjut Nastain, untuk pengasihan (akan mudah disukai semua orang), batu akik Sulaiman untuk kedikjayaan (terhindar dari ancaman bahaya), batu akik virus untuk bisnis (memperlancar usaha), batu akik kul buntek laut untuk membingungkan orang, dan batu akik pancawarna untuk karier.

Dari ratusan koleksinya, Nastain mengaku, hanya beberapa batu akik yang sangat berkesan baginya, yaitu batu akik siwalan yang ddapatnya di Desa Gajah, Kecamatan Boureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 1994 silam.

“ Batu akik siwalan ini koleksi pertama saya. Dapatnya dari petunjuk gaib lewat mimpi,” tutur Nastain.

Selain batu akik siwalan, lulusan Pondok Pesantren Langitan ini juga terkesan dengan dua batu akik lain miliknya. Yaitu batu akik 4 mustika naga putih dan dua batu akik berlafal Allah. Di batu akik lafal Allah yang berwarna putih kekuningan cerah tersebut tampak jelas tulisan berbentuk lafal Allah.

Baca Juga :   111 CJH Gagal Berangkat

“Saya mendapatkannya sudah seperti ini,” tegas Nastain. Dia mengaku, batu akik berlafal Allah tersebut pernah ditawar Rp 30 juta, namun tidak dia jual.

Sebagai kolektor batu akik, Nastain yang juga bergabung di kelompok Pecinta Batu Permata se Karisidenan Bojonegoro ini, tidak pernah mengkomersilkan koleksinya. Jika ada yang tertarik dengan salah satu batu akik koleksinya, dia sering memberikan dengan cuma-cuma asalkan batuk akik yang diminta itu lebih dari satu. Selain itu Nastain juga lebih suka barter dengan sesama kolektor batu akik.

Namun untuk jenis-jenis batu akik istimewa seperti jenis Zamrud dan Kecubung yang banyak diburu kolektor, Nastain tidak keberatan menjualnya dengan harga jutaan rupiah.

“Yang jelas untuk siapa saja pemakai akik, jangan sampai yakin atau percaya dengan segala kasiat yang ada didalamnya. Itu akan menjadikan musrik. Semua kekuatan hanya milik Allah,” pesan Ustad muda yang juga hobi membuat batu akik tersebut. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *