Proyek Dilembur, Omset Warkop Meningkat

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Omset pedagang warung kopi (Warkop) disekitaran lokasi proyek Blok Cepu meningkat. Khususnya di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jika sebelumnya mereka memperoleh pendapatan antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, kini rata-rata bisa mendapat Rp350 ribu hingga Rp600 ribu.

“Jumlah itu tidak terhitung bersih tapi lumayan jika dibanding sebelum ada lemburan,” ungkap salah satu pedagang, Sarni, Senin (27/5/2013) malam.

Dia mengatakan, sejak dibuka pagi sekira pukul 07.00 WIB para pekerja proyek sudah mulai singgah diwarungnya untuk sekadar meminum kopi dan sarapan. Beberapa jajanan ringan pun juga laku.

“Kalau pagi sampai siang, sudah dapat Rp 80 ribu sampai Rp.100 ribu,” ujarnya.

Diungkapkan Sarni, menjelang petang pun warungnya masih tetap buka. Perempuan yang dulunya bekerja sebagai buruh tani ini mengatakan, meski malam hari, dagangannya masih laku.

“Terutama bagi pekerja proyek yang lembur,” ucap dia.

Sarni menuturkan, kebanyakan para pekerja membeli kopi untuk dibawa kedalam proyek. “Selain itu rokok juga diborong, belinya langsung beberapa bungkus,” imbuhnya.

Sarni mengungkapkan, awalnya dia bekerja serabutan. Mulai dari buruh tani hingga pedagang keliling. Sementara suaminya hanya seorang pengangguran.

“Suami hanya mencari rumput dan membantu ala kadarnya,” kata dia menceritakan.

Dia mengaku tidak banyak berharap dengan adanya proyek migas di Blok Cepu, akan tetapi paling tidak nasib masyarakat kecil diperhatikan. Setidaknya dengan memberi peluang penghasilan ekonomi.

“Hasilnya sebagian buat cicilan bank dan sebagian lagi untuk kebutuhan rumah tangga dan menyekolahkan anak mas,” demikian kata ibu dua anak ini. (roz)

Baca Juga :   Pelajar Boncengan 3 Tabrak Tiang 1 Tewas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *