IKPT Tak Gubris Peringatan Pemkab

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Warga pengguna jalan di kawasan Jalan Veteran, Bojonegoro mengeluhkan kondisi jalan yang berlapis lumpur. Lumpur di jalan tersebut ditengarai dari keluar masuknya kendaraan, dan alat berat di lokasi penampungan pipa milik kontraktor proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC) 2, lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Inti Karya Persada (IKPT) – Kelsri yang di jalan tersebut.

Salah satu pegawai Finance yang terletak di Jalan Veteran, Ryan, mengungkapkan, jika menuju kantor harus ekstra hati-hati terlebih setelah turun hujan. Hal ini dikarenakan banyaknya lumpur yang ditinggalkan kendaran-kendaraan besar dari lokasi penampungan pipa tersebut.

“Kalau tidak hati-hati bisa terpeleset,” kata pria lajang 25 tahun ini, Rabu (29/5/2013).

Dirinya berharap, pemilik proyek memperhatikan keselamatan para pengendara terlebih pengendara sepeda motor karena banyaknya lumpur yang tercecer di jalanan. Bahkan, jika pada jam-jam padat para pengguna jalan akan celaka jika tidak berhati-hati.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan, Moch Chosim, mengungkapkan, pada rapat evaluasi mingguan di Pemkab pihaknya pernah mengingatkan hal tersebut pada PT IKPT-Kelsri. Namun belum mengecek  ulang apakah sudah dilaksanakan atau belum.

Baca Juga :   Disnakertransos Perketat Rekrutmen Naker Migas

“Kami akan cek nanti, kalau belum ya pasti ada teguran untuk membersihkan bekas lumpur itu seperti beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Terpisah Humas PT IKPT-Kelsri, Sunarto, menyangkal jika lumpur yang tertinggal di jalan tersebut berasal dari kendaraan ataupun alat berat milik PT IKPT-Kelsri. Hal itu dikarenakan banyak proyek lainnya yang sedang berlangsung di tempat yang sama.

“Lihat dulu lumpur itu berasal dari mana? Soalnya di Jalan Veteran ada proyek-proyek lainnya,” sergahnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *