HMI Demo Tolak Kenaikan BBM

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro – Sekitar 25 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bojonegoro, Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa mengecam keputusan Pemerintah Pusat yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka beranggapan kebijakan pusat tersebut tidak populis, Kamis (29/5/2013).

Aksi yang dilakukan di bundaran Adipura di Jalan Diponegoro-Bojonegoro tersebut diiringi teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan rakyat jika harga BBM naik. Dua ekor kambing yang dibawa, dan sepeda onthel mencerminkan dampak kenaikan tersebut adalah kenaikan harga sembako bahkan harga daging.

“Sedangkan onthel yang dipakai ini simbol kendaraan tanpa bahan bakar, apakah kita harus menggunakan itu?” tegas Koordinator Aksi Mohammad Syaifuddin.

Dia menyatakan, alasan negara goyah jika harga BBM dinaikkan sangat aneh, karena yang membuat anggaran APBN defisit atau jebol bukanlah subsidi BBM, melainkan karena sebagian besar anggaran APBN habis dipakai untuk membiayai demokrasi.

Sebagai perbandingan, tambah dia, anggaran untuk pegawai Rp241,12 triliun, sedangkan anggaran subsidi BBM Rp193,8 triliun. APBN masih terkuras lebih besar untuk belanja pegawai dibanding belanja publik.

Baca Juga :   Masuki Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Belum Terima Permintaan Air Bersih

“Idelanya APBN ini diatur ulang supaya tepat sasaran terlebih lagi untuk rakyat,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menuntut agar Pemkab Bojonegoro menyatakan sikap menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pusat, karena pasti akan membebani rakyat. Ada banyak solusi yang bisa digunakan diantaranya melakukan konversi pembangkit listrik yang dimiliki PLN dari BBM ke gas, dan bisa menghemat anggaran sebesar Rp100 triliun.

Selain itu melakukan penghematan belanja (APBN), dan pemerintah bisa mencari penerimaan baru dengan mencari sumber-sumber dana yang legal. “Seperti memaksimalkan pemasukan dari pajak bea cukai, serta memaksimalkan sektor pertambangan. Kami minta Pemkab membuat Satgas anti kenaikan BBM,” tegasnya.

Salah satu pengendara roda dua yang sempat menyaksikan aksi di tengah jalan tersebut, Joko Susilo, berkomentar jika kenaikan BBM barang tentu akan berdampak pada perekonomian rakyat. “Ya jelas, kalau BBM naik, sembako naik, semua ikut naik. Padahal Bojonegoro terkenal dengan hasil minyaknya. Lalu kenapa kita disini jadi sengsara?” ujar karyawan toko bangunan ini.

Baca Juga :   Pemdes Ngampel dan PSHT STIEKIA Bojonegoro Baksos Bersihkan Lingkungan

Setelah melakukan orasi, teatrikal dan membagi selebaran di Bundaran Adipura, peserta demo melakukan aksi long march menuju DPRD Bojonegoro untuk menyalurkan aspirasinya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *